Kronologi Ricuh Mimika: Batu Melayang Usai Doa Dipanjatkan

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 18:00 WIB
Kerusuhan di depan Gedung DPRD Mimika, Papua, Rabu (21/8), bermula dari unjuk rasa damai sebelum massa anarkistis melempar batu ke gedung DPRD. Aksi massa di Bundaran Timika Indah, Mimika, Papua, dengan dikawal oleh aparat, Rabu (21/8). (ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerusuhan terjadi di depan Gedung DPRD Mimika, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (21/8). Massa sempat menggelar aksi unjuk rasa damai sebelum massa anarkistis di tengah-tengah pendemo melempar batu ke gedung DPRD.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan kericuhan tersebut bermula dari aksi damai warga dan mahasiswa di Timika Indah, sekitar pukul 09.00 WIT.

Sekitar 800 hingga 1.000 orang yang sudah berkumpul, kata dia, telah berkomunikasi dengan pihak Polres Mimika untuk menggelar aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki ke Gedung DPRD. Sebagian peserta aksi membawa sepeda motor.


Kamal mengatakan tuntutan massa masih terkait dengan peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang. "Mereka merasa terjadi perlakuan tidak wajar terhadap saudara mereka yang berada di Jawa Timur itu," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (21/8).

"Maka dia meminta kepada seluruh aparat di Jawa untuk melakukan hal yang wajar. Mereka anggap warga masyarakat yang di Papua baik yang dari Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dianggap keluarga besar tapi kenapa diperlakukan berbeda, itu yang jadi catatan bagi massa yang tadi aksi," ucapnya.

Aksi itu berjalan damai dan massa pun dapat bertemu dengan pejabat DPRD Mimika. "Sesampainya di DPRD ditemui oleh pejabat DPRD, mereka lakukan orasi terus diakhiri dengan doa," ujarnya.

Setelah doa selesai, Kamal menyebut terjadi pelemparan batu. Kelompok massa yang anarkistis kemudian dibubarkan peserta aksi lainnya.

"Pas jelang akhir itu, doa selesai, terjadi pelemparan pintu masuk kantor DPRD kemudian dilerai, disusul lagi pelemparan pos penjagaan kantor DPRD. Massa yang cenderung anarkis dibubarkan oleh rekan-rekan," tuturnya.

Kamal menyebut kerusuhan itu terjadi selama kurang lebih 30 menit. Polisi juga sempat menembakan gas air mata untuk memberikan peringatan dan mengurai massa.

Dia menjelaskan beberapa peserta aksi juga sempat berlarian ke gang-gang kecil yang ada di sekitar gedung DPRD. Situasi kini sudah berangsur kondusif. Namun, pihaknya belum dapat memastikan soal keberadaan korban.

Akibat kerusuhan itu, lanjutnya, kendaraan yang ada di sekitar Gedung DPRD dan di depan Hotel Moses rusak.

[Gambas:Video CNN] (gst/arh)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK