Kepala Satreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie mengatakan penetapan Bobby sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pelapor dan terlapor, termasuk saksi ahli, dan pengumpulan barang bukti.
Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik berkeyakinan dua alat bukti dalam perkara Bobby sudah terpenuhi sehingga statusnya dari saksi naik menjadi tersangka. Dalam waktu dekat ini, kata dia, penyidik akan meminta keterangan kepada tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobby yang berpotensi duduk di kursi DPRD Kepri berdasarkan hasil rekapitulasi suara pada Pemilu 2019 itu dinilai melontarkan kata-kata bernada rasial saat berpidato dalam acara Sembahyang Keselamatan yang diselenggarakan etnis China di Pelantar II Tanjungpinang.
Bobby berpidato dengan menggunakan bahasa Mandarin. Video pidato itu kemudian tersebar di media sosial. Bahkan ada video yang sudah memuat terjemahan dari ucapan Bobby.
Berdasarkan terjemahan di video itu, Bobby mengatakan keuntungan warga etnis China memilih caleg dari etnis China karena mereka yang akan memperjuangkan kepentingan warga etnis China.
Ia menyatakan tuduhan rasis kepada dirinya karena menyebutkan sesama suku Tionghoa harus saling membantu adalah kesalahpahaman. Pernyataan itu, menurut dia, untuk memotivasi masyarakat untuk turut melestarikan budaya lomba perahu naga di Pelantar II yang sudah menjadi tradisi tetap lestari.
"Oleh karena itulah guna memilih wakil rakyat dari etnis Tionghoa supaya bisa membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat salah satunya melestarikan budaya yang sudah dilaksanakan sejak lama supaya tetap terus dilaksanakan tiap tahun. Jadi, tidak ada sedikitpun niat saya untuk rasis seperti di postingan itu," katanya.
Namun, Bobby tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas yang merasa tidak nyaman dengan sebutan di video tersebut.
"Sebagai manusia biasa saya tentu tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan, karena jujur dari hati paling dalam saya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak mana pun. Saya tahu betul semua ras di Tanjungpinang adalah saudara saya yang sudah saling kenal sejak kecil," katanya.
[Gambas:Video CNN] (antara/osc)