Polisi Serahkan Habil Marati ke Kejaksaan

CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 04:36 WIB
Polisi Serahkan Habil Marati ke Kejaksaan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Marselinus Gual)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya menyerahkan tersangka kasus dugaan perencana pembunuhan tokoh nasional, Habil Marati ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Penyerahan itu dilakukan setelah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyatakan berkas perkara Habil telah lengkap atau P21 pada 21 Agustus lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan penyerahan Habil tersebut berbarengan dengan penyerahan tersangka kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen.


"Jadi (berkas perkara) untuk tersangka KZ sudah P21 pada tanggal 16 Agustus dan (berkas perkara) tersangka HM (dinyatakan lengkap alias P21) tanggal 21 Agustus kemarin," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/8).

Disampaikan Argo, dalam penyerahan tersebut, polisi turut melimpahkan sejumlah barang bukti. Namun, Argo tak merinci barang bukti apa saja yang turut disertakan.

"(Habil) diserahkan bersama barang bukti ke Kejari Jakarta Pusat," ujar Argo.

Polisi menangkap Habil Marati pada 29 Mei 2019 di rumahnya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tak lama kemudian polisi menetapkan Habil sebagai tersangka dalam kasus rencana pembunuhan tokoh nasional pada 11 Juni 2019. 

Selain Habil, polisi mengumumkan tujuh tersangka lain termasuk mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka ada yang berperan sebagai eksekutor hingga penyandang dana.

Dari delapan tersangka itu, polisi membeberkan nama Habil Marati alias HM sebagai salah satu tersangka terkait penyedia senjata api yang diduga akan dijadikan senjata untuk mengeksekusi.

Habil diduga memberikan uang sebesar Rp150 juta kepada tersangka berinisial Kivlan untuk membeli senjata api. Habil juga diduga memberikan uang sebesar Rp60 juta kepada tersangka HK sebagai biaya operasional pembelian senjata api sebagai bagian dari rencana pembunuhan tersebut.

[Gambas:Video CNN] (dis/wis)