Terduga Teroris di Lamongan Masuk Jaringan Bom Thamrin

CNN Indonesia | Sabtu, 24/08/2019 02:35 WIB
Terduga Teroris di Lamongan Masuk Jaringan Bom Thamrin Kabag Penum Mabes Polri, Komisaris Besar Asep Adi Saputra. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di Lamongan berinisial BL (25) pada Kamis (22/8) malam. BL diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan turut serta menjadi bagian jaringan teroris bom Thamrin, Jakarta Pusat beberapa tahun lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan penangkapan terhadap BL merupakan pengembangan dari penangkapan salah satu anggota teroris, HS di Sampang, Jawa Timur.

"Untuk penangkapan teroris ini sebenarnya upaya berlanjut dari Densus 88 untuk terus mengembangkan penyelidikan dan telah dilakukan penangkapan terhadap dua orang (BL dan HS) yang diduga masuk dalam jaringan JAD di Jatim khususnya," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/8).


Asep mengatakan kedua orang tersebut terlibat dalam jaringan teroris bom Thamrin. Namun keduanya tidak terlibat langsung dalam peristiwa itu.

"Satu hal yang menonjol dari para pelaku ini selain terlibat dari jaringan JAD Jatim mereka juga terlibat di dalam aksi saat terjadinya bom di Thamrin. Bukan mereka melakukan secara langsung tapi mereka bagian jaringan itu," tuturnya.

Meski demikian, kepolisian masih belum merinci terkait dua orang terduga teroris tersebut.

BL ditangkap di rumahnya di Kelurahan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (22/8) sekitar pukul 20.00 WIB. Tak hanya BL, dari rumah kontrakan berlantai dua tersebut tersebut Densus 88 juga mengamankan istri dan dua anaknya yang masih kecil.

BL juga dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.


[Gambas:Video CNN] (gst/osc)