Cegah Kericuhan, Anies Sebut Para Pencari Suaka Dipisahkan

CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 20:51 WIB
Cegah Kericuhan, Anies Sebut Para Pencari Suaka Dipisahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Daniela Dinda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pencari suaka asal Afghanistan dan Sudan yang berada di lokasi penampungan di gedung eks Kodim 0503/JB Kalideres, Jakarta Barat saat ini dipisahkan. Hal ini menyusul sempat terjadi kericuhan yang dipicu saling rebutan makanan.

"Saat ini kondisinya mereka dipisahkan antara pengungsi dari Sudan dan pengungsi dari Afghanistan," kata Anies di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/8).

Ke depannya, kata Anies, diharapkan saat ada pembagian bantuan dilakukan secara lebih tertib sehingga kericuhan tidak terjadi lagi.


"Lain kali kalau ada bantuan-bantuan datang, pembagiannya supaya tertib, rapi, jumlahnya cukup, sehingga tidak menimbulkan masalah seperti sekarang," tuturnya.

Di sisi lain, terkait penghentian bantuan terhadap para pencari suaka pada akhir Agustus mendatang, Anies mengatakan hal itu seharusnya telah dibahas oleh UNHCR.

Diketahui, para pencari suaka sudah tak boleh lagi menempati lahan gedung eks Kodim 0503/JB Kalideres, Jakarta Barat mulai 31 Agustus.

"Sebetulnya ini harus dibahas dengan UNHCR, merekalah yang bertanggung jawab atas pengungsi itu dan pemerintah pusat. Kita (Pemprov DKI) membantu sifatnya kemanusiaan saja," ujar Anies.

Sebelumnya, kericuhan antarpara pencari suaka sempat terjadi di gedung eks Kodim 0503/JB Kalideres, Kamis (22/8) kemarin.

Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana mengatakan kericuhan itu terjadi lantaran pencari suaka yang bermukim di sana saling berebut makanan. Bahkan, menurut Kalideres mereka sempat mencoba membobol gudang penyimpanan makanan.

"Penyebabnya karena pada berebutan makanan," kata Indra saat dikonfirmasi, Jumat (23/8).

Indra mengungkapkan, para pencari suaka yang berebut makanan itu adalah warga negara asal Afghanistan dan Sudan.

Indra menyebut sempat terjadi aksi adu fisik hingga saling lempar batu dan kayu saat kericuhan itu terjadi.

[Gambas:Video CNN] (dis/osc)