Anies Soal Bekasi-Depok Gabung Jakarta: Mau Maju Bersama Ya?

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 17:42 WIB
Anies Soal Bekasi-Depok Gabung Jakarta: Mau Maju Bersama Ya? Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertanyakan motivasi Bekasi dan Depok ingin gabung dengan Jakarta. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertanyakan motivasi di balik keinginan Depok dan Bekasi dengan DKI Jakarta sambil mengutip salah satu slogan kampanyenya di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Baiknya bagaimana ya? Kenapa pada ingin gabung? Kita [mau] maju bersama ya kita?" kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Kamis (22/8).

Diketahui, pada Pilkada DKI 2017 pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno membawa slogan 'Jakarta Maju Bersama', dan 'Maju Kotanya, Bahagia Warganya'. Slogan pertama pun jadi nama situs Anies-Sandi.


Menurut Anies, secara perekonomian kawasan seperti Depok dan Bekasi sudah terintegrasi dengan DKI dalam berbagai hal.

"Bahkan kami juga di Jakarta ketika menentukan upah sektoral, itu melihat kesamaan antar wilayah untuk membuat sektor-sektor itu memiliki upaya yang sama," jelas Anies.

Wali Kota Rahmat Effendi lebih memilih gabung Jakarta ketimbang Bogor.Wali Kota Rahmat Effendi lebih memilih gabung Jakarta ketimbang Bogor. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Kendati begitu, Anies menjelaskan sedianya Jakarta dengan daerah perbatasan lainnya adalah sama. Yang membedakan, kata Anies, hanyalah letak administratif. Hal ini, ujar Anies, ia sampaikan dalam sebuah pertemuannya dengan para Wali Kota Daerah Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP).

"Saya selalu sampaikan kita ini adalah sama-sama penyelenggara negara, hanya dalam administrasi pemerintahan dibagi dengan nama berbeda. Satu namanya provinsi Banten, satu di DKI, dan provinsi Jawa Barat," jelas dia.

Karena itu, menurut Anies, daerah di pinggir Jakarta harusnya tidak merasakan perbedaan, namun merasakan pembangunan yang sama dan merata.

"Karena itu bagi kami di Jakarta ketika mendukung program pembangunan di Tangerang dan Bekasi, itu adalah bagian dari kita menunaikan kewajiban sama-sama sebagai penyelenggara negara," ucapnya.

Anies pun menegaskan bahwa bergabungnya Bekasi dan Depok adalah hak dari pemerintah pusat. Pihaknya tak dalam posisi menerima atau menolak. DKI hanya menjalankan instruksi dari pemerintah pusat.

"Apabila pemerintah pusat memutuskan ada perubahan dalam pembagian tata pemerintahan, kami akan taat. Apabila pemerintah pusat merasa ini tetap seperti sekarang, kami juga taat," jelas dia.

Wali Kota Depok Idris Abdul Somad (kedua kiri) pun mengaku ingin gabung Jakarta karena banyak warganya bekerja di ibu kota.Wali Kota Depok Idris Abdul Somad (kedua kiri) pun mengaku ingin gabung Jakarta karena banyak warganya bekerja di ibu kota. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
"Bagi kami tidak perlu beropini, karena itu keputusannya bukan wewenang DKI, itu wewenangnya pusat. Tapi kalau sebagai proses, silakan saja. Saya tidak bisa menganjurkan, saya juga tidak bisa melarang," lanjut Anies.

Sebelumnya diberitakan Wali Kota Bogor Bima Arya sempat mengusulkan Provinsi Bogor dengan Bekasi sebagai salah satu wilayah nya. Namun, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku lebih memilih bergabung ke Jakarta.

Effendi menyatakan ikatan Bekasi lebih erat dengan Jakarta karena keberadaan TPST Bantar Gebang. Senada, Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad pun memilih bergabung ke Jakarta ketimbang ke Bogor.

Menurutnya, dari segi kultural Depok dan Jakarta banyak memiliki kesamaan dari kebudayaan Betawi. Selain itu ia mengatakan hampir setengah lebih warga Depok hilir mudik ke Jakarta setiap harinya untuk bekerja.

[Gambas:Video CNN] (CTR/arh)