Kasus Obat Kedaluwarsa, Bidan Puskesmas Kamal Muara Diperiksa

CNN Indonesia | Sabtu, 24/08/2019 03:51 WIB
Kasus Obat Kedaluwarsa, Bidan Puskesmas Kamal Muara Diperiksa Ilustrasi obat kedaluwarsa. (morgueFile/mconnors).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi hari ini memeriksa salah seorang bidan yang bertugas di Puskemas Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Pemeriksaan itu menjadi bagian dari proses penyelidikan kasus pemberian obat kedaluwarsa kepada ibu hamil.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk menggali keterangan perihal pemberian resep obat kepada apoteker berinisial HAR yang memberikan obat kedaluwarsa ke korban.

Budhi mengatakan, bidan yang diperiksa itu merupakan bidan yang rutin memeriksa kandungan korban.


"Bidan tersebut juga yang menuliskan resep obat itu yang kemudian ditebus atau diberikan apoteker, di mana apoteker salah mengambil obat kedaluwarsa," kata Budhi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/8).

Selain memeriksa bidan, polisi juga meminta keterangan dari pihak RSIA Kosambi. Hal itu untuk mengetahui kondisi janin pasca konsumsi obat kedaluwarsa itu.

"Untuk mengetahui apa pengaruh obat kedaluwarsa yang dikonsumsi oleh korban terhadap janin atau kandungannya," ujarnya.

Menurut Budhi, pemeriksaan terhadap pihak rumah sakit diperlukan untuk mengetahui bagaimana dampak obat kedaluwarsa itu terhadap kondisi janin.

Sampai saat ini, kata Budhi, pihaknya masih menunggu keterangan dari pihak rumah sakit. Pasalnya, pihak rumah sakit perlu melakukan observasi mendalam terhadap korban.

"Sementara dari pihak rumah sakit mengatakan itu perlu observasi. Jadi perlu beberapa kali kunjungan untuk mengetahui reaksi atau dampak dari obat tersebut," tutur Budhi.

Meski demikian, polisi sejauh ini masih belum menetapkan tersangka dalam kasus pemberian obat kedaluwarsa ini. Ia menyebut pihaknya masih terus mendalami peran-peran saksi yang sudah diminta keterangannya.

"Kita masih melakukan pendalaman-pendalaman, jadi kita tidak mau buru-buru menetapkan tersangka," ucapnya.

Gandeng BPOM

Sementara itu, lebih jauh Budhi menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan operasi gabungan dalam rangka menyisir peredaran obat kedaluwarsa.

"Kami akan melakukan operasi gabungan terhadap beberapa puskesmas yang khususnya kita curigai yang ada di Jakarta Utara, jadi gabungan dari kepolisian, Dinkes dan BPOM," kata Budhi.

Budhi mengatakan, operasi gabungan itu dilakukan untuk mencegah kejadian peristiwa pemberian obat kedaluwarsa kembali terulang. Nantinya polisi bakal mengecek gudang-gudang hingga apotek yang ada di puskesmas dan rumah sakit.

"Ini biar tidak terulang ada korban-korban lain, karena kemarin ada korban lain yang datang pada kami dan dia mengalami hal yang sama," ujarnya.

Namun, Budhi belum mengungkapkan puskesmas atau rumah sakit mana yang jadi 'target' inspeksi mendadak tersebut. Budhi hanya menyebut bahwa sudah ada tim intelijen yang memetakan daerah-daerah mana yang menjadi prioritas.

"Tapi secara umum seluruh daerah Jakarta Utara akan kita lakukan pengecekan," ucap Budhi.

Sebelumnya, seorang ibu hamil Novi Sri Wahyuni (21) memperoleh obat yang telah kedaluwarsa dari Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Hal Itu terjadi saat Novi tengah kontrol kandungan pada Selasa (13/8) lalu.

Novi mulanya diberikan empat jenis obat. Salah satu obat ternyata telah habis masa berlakunya alias kedaluwarsa. Akibatnya, dia merasa sakit perut dan sakit kepala.

Novi dan keluarga telah melaporkan pihak puskesmas ke Polsek Metro Penjaringan dengan tuntutan perlindungan konsumen Pasal 8 UU RI Nomor 8 tahun 1999. Laporan tercatat dengan nomor LP940/K/VIII/2019/SEKPENJ.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah membebastugaskan apoteker di Puskesmas Kelurahan Kamal Muara yang memberikan obat kedaluwarsa kepada ibu hamil. Apoteker yang bersangkutan dibebastugaskan untuk sementara.

[Gambas:Video CNN] (dis/osc)