Hal itu dia katakan merespons wacana penambahan kursi pimpinan MPR dari lima orang menjadi 10 orang.
"Kita ingin memiliki penguatan di parlemen salah satunya dengan kehadiran PAN di paket pimpinan MPR. Jadi ini sudah dibicarakan menyeluruh, lintas partai," kata Eddy di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saleh juga menyebut meski sebagian besar partai menyambut positif wacana penambahan kursi MPR ini, ada dua partai yang nampaknya menolak wacana tersebut. Dua partai itu yakni PDI Perjuangan dan Partai Golkar.
Meski begitu, Saleh juga menyebut sikap itu tak bisa 100 persen dikatakan sebagai penolakan. Lantaran hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi berupa rapat gabungan untuk menentukan hal tersebut.
"Saya kira belum menolak mungkin masih ingin mendalami membahas. Karena menolak itu di rapat gabungan," kata dia.
Hanya saja, Badan Pengkajian MPR justru meminta tambahan waktu dengan alasan banyak yang akan dibahas, berkaitan dengan rekomendasi amandemen UUD 1945.
"Hari ini badan pengkajian sudah meminta waktu perpanjangan. Perpanjangan waktu jangan tanggal 28 kasih waktu beberapa waktu lagi untuk memperdalam materi-materi," jelas Wasekjen PAN itu.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)