Baru Masuk DPRD, PSI Ingin Gabung Pansus Wagub DKI

dhf, CNN Indonesia | Senin, 26/08/2019 06:59 WIB
Baru Masuk DPRD, PSI Ingin Gabung Pansus Wagub DKI Meski baru masuk DPRD DKI Jakarta tahun ini, PSI langsung ingin menjadi bagian dari paniti khusus pemilihan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno(CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bertekad menjadi bagian dari panitia khusus (Pansus) pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta setelah dipastikan mendapat delapan kursi di DPRD DKI Jakarta. Lobi akan langsung dilakukan usai pelantikan anggota DPRD baru hasil Pemilu 2019 hari ini (26/8).

Diketahui, posisi wakil gubernur DKI Jakarta masih kosong sejak 2018 usai ditinggal Sandiaga Uno yang mengikuti Pilpres 2019.

"Kami akan mendorong untuk masuk ke dalam pansus Wagub DKI. Iya kami akan pastikan," tutur caleg terpilih dari PSI Idris Ahmad di Hotel Novotel, Jakarta, Minggu (25/8).
PSI, lanjutnya, ingin mengusulkan proses pemilihan wagub yang bisa dinikmati secara langsung. Ia ingin pemilihan yang lebih akuntabel dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Misalnya, dia ingin menerapkan mekanisme pemilihan yang mana warga Jakarta juga bisa menyaksikan secara langsung. Dengan demikian, pemilihan pengganti Sandiaga Uno tidak akan terkesan elitis.

"Jadi bukan besok interview terbuka, sorenya pemilihan. Saya rasa itu hanya formalitas. Yang kami dorong ada proses bertahap, diberikan proses yang secara waktu ideal, ada proses terbuka," ujar dia.
Sebelumnya, kursi Wagub DKI Jakarta kosong usai Sandiaga Uno memutuskan mundur pada pada 27 Agustus 2018. Ia memutuskan maju Pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Pihak yang berkepentingan secara langsung untuk mencari pengganti Sandi di wagub DKI adalah Gerindra dan PKS. Keduanya merupakan pengusung Sandi pada Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.

Usai polemik berkepanjangan, PKS dan Gerindra setuju untuk mengajukan dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Namun hingga kini belum ada keputusan meski DPRD sudah membentuk pansus terkait hal itu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri pernah menyindir pansus yang tak kunjung menentukan pengganti Sandiaga Uno. Dia seolah merasa DPRD DKI Jakarta khususnya pansus terlalu lama menentukan wagub DKI Jakarta yang baru. Padahal, sudah memasuki waktu satu tahun.

"Jangan sampai nanti Pansus tercatat dalam sejarah sebagai Pansus yang gagal menyelesaikan tugasnya, karena anggota Dewan yang lain tentu menunggu dari pansus," kata Anies di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
[Gambas:Video CNN]
(bmw/bmw)