Tina Toon, yang mengaku bakal menerima pin emas DPRD DKI itu, dinilai memiliki pola pikir yang tidak mencerminkan semangat pemuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryan menyampaikan PSI menolak pin tersebut karena merupakan pemborosan anggaran. Ia berujar anggota DPRD tak perlu pin seharga jutaan rupiah untuk berkontribusi kepada masyarakat.
Rian menuturkan PSI telah menyurati Sekretariat DPRD DKI Jakarta terkait aksi menolak pin emas saat pelantikan besok. Mereka akan berkoordinasi untuk mencari pengganti pin tersebut.
Sebelumnya, DKI Jakarta menganggarkan pin emas untuk para anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 dengan nilai total Rp1.332.351,130 (Rp1,3 miliar).
Ada dua jenis emas yang dianggarkan, yakni emas seberat 5 gram untuk 132 orang dengan anggaran Rp552.703.800, dan emas seberat 7 gram untuk 133 orang total Rp779.647.330 Emas yang dianggarkan ialah dengan jenis 22 karat dan harga per gram sebesar Rp761.300 per gram.
"Kalau ada yang mau mengembalikan hak dari pin emas, sekalian saja jangan ngambil pin, jangan ngambil gaji. Kerja bakti silakan," tutur Tina kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (23/8).
[Gambas:Video CNN]