PSI Sindir Balik Tina Toon Terima Pin Emas DPRD DKI

CNN Indonesia | Senin, 26/08/2019 01:26 WIB
PSI Sindir Balik Tina Toon Terima Pin Emas DPRD DKI Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Rian Ernest. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyindir balik anggota DPRD DKI Jakarta terpilih Agustina Hermanto alias Tina Toon soal penolakan terhadap pin emas seharga Rp1,3 miliar.

Tina Toon, yang mengaku bakal menerima pin emas DPRD DKI itu, dinilai memiliki pola pikir yang tidak mencerminkan semangat pemuda.

"Kalau PSI diberikan komentar itu oleh elite politik senior ya wajar karena kita hidup di zaman berbeda," ujar Wakil Ketua DPW Jakarta PSI Rian Ernest saat ditemui di Hotel Novotel, Minggu (25/8).


"Kalau kita dapat komentar dari politisi muda, ini buat kami miris. Harusnya di tangan anak muda, harusnya ada mindset baru," katanya menambahkan.

Ryan menyampaikan PSI menolak pin tersebut karena merupakan pemborosan anggaran. Ia berujar anggota DPRD tak perlu pin seharga jutaan rupiah untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Terlebih lagi, katanya, belum semua warga Jakarta sejahtera. Sebagian besar wilayah DKI Jakarta pun masih tergolong kumuh.

"Mereka sendiri tidak sensitif terhadap apa yang sudah dirasakan oleh masyarakat. Ini peringatan buat PSI, buat kita semua, inilah wajah demokrasi Indonesia hari ini," ujarnya.

Rian menuturkan PSI telah menyurati Sekretariat DPRD DKI Jakarta terkait aksi menolak pin emas saat pelantikan besok. Mereka akan berkoordinasi untuk mencari pengganti pin tersebut.

Sebelumnya, DKI Jakarta menganggarkan pin emas untuk para anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 dengan nilai total Rp1.332.351,130 (Rp1,3 miliar).

Ada dua jenis emas yang dianggarkan, yakni emas seberat 5 gram untuk 132 orang dengan anggaran Rp552.703.800, dan emas seberat 7 gram untuk 133 orang total Rp779.647.330 Emas yang dianggarkan ialah dengan jenis 22 karat dan harga per gram sebesar Rp761.300 per gram.

PSI menolak dengan alasan penghamburan uang rakyat. Aksi penolakan itu disindir oleh Tina Toon. Menurutnya, pin tersebut adalah hak anggota DPRD terpilih.

"Kalau ada yang mau mengembalikan hak dari pin emas, sekalian saja jangan ngambil pin, jangan ngambil gaji. Kerja bakti silakan," tutur Tina kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (23/8).

[Gambas:Video CNN]
 
(dhf/wis)