Menurutnya, seleksi yang dilakukan oleh Pansel Capim KPK hanya di tahap awal. Sedangkan, lanjut dia, pihak yang menentukan pimpinan KPK terpilih adalah Komisi III DPR, bukan Pansel Capim KPK
"Sejak awal teman di Koalisi sudah nyinyir, padahal proses pemilihan oleh pansel KPK hanya tahapan awal, bukan tahapan menentukan. Kalau teman-teman Koalisi mempertanyakan kinerja Pansel, itu tidak relevan," kata Masinton kepada wartawan, Selasa (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Sebanyak) 10 nama diserahkan ke Presiden dan oleh Presiden diserahkan ke DPR. Nantinya 10 orang itu akan dipilih menjadi lima orang oleh DPR," katanya.
Berangkat dari itu, Masinton menyarankan agar Pansel Capim KPK tidak terpengaruh dengan tudingan dari Koalisi Kawal Capim KPK. Menurutnya, tudingan itu harus dianggap sebagai kritik agar Pansel Capim KPK dapat bekerja lebih baik.
Koalisi Kawal Capim KPK sebelumnya menduga anggota Pansel Capim KPK Indriyanto Seno Adji, Yenti Garnasih, dan Hendardi memiliki konflik kepentingan berdasarkan rekam jejak digital dan pengakuan personal mereka.
"Yang pertama adalah Indriyanto Seno Adji dan Hendardi. Dan di dalam sebuah pernyataan kepada publik yang sudah tersiar, Hendardi mengakui sendiri bahwa dirinya adalah penasihat ahli kepala Kepolisian RI bersama dengan Indriyanto Seno Adji dan kedua-duanya adalah anggota pansel," ungkap Asfinawati saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Minggu (25/8).
Asfinawati melanjutkan Yenti Garnasih juga tercatat dalam jejak digital merupakan tenaga ahli Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian Bareskrim Polri, BNN, dan Kemenkumham.
Di sisi lain Mabes Polri telah membantah status Yenti sebagai tenaga ahli Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian. Mabes Polri menyatakan Yenti hanya dosen yang sesekali diundang mengajar.
"Dia bukan dosen tetap. Jadi tidak ada kaitannya dengan capim KPK. Dia (Yenti) hanya sesekali mengajar di Lembang, jadi bukan dosen tetap hanya dosen tamu," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/8).
Sementara soal status Indriyanto dan Hendardi, Dedi mengatakan tidak tahu apakah kedudukan keduanya telah diperpanjang atau belum. Namun Dedi mengatakan jabatan penasehat itu masih berlaku saat Hendardi masuk dalam tim teknis kasus Novel Baswedan.
[Gambas:Video CNN] (mts/wis)