Soal Bantuan Gempa, JK Sindir Pengusaha Penerima Bintang

CNN Indonesia | Rabu, 28/08/2019 05:48 WIB
Soal Bantuan Gempa, JK Sindir Pengusaha Penerima Bintang Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyindir pengusaha yang memperoleh penghargaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupa tanda kehormatan Bintang Mahaputra Naraya.

Menurut JK, penghargaan itu tak sebanding dengan janji yang disampaikan pengusaha tersebut untuk membantu proses rekonstruksi gempa Palu, Sulawesi Tengah dan Lombok, NTB tahun lalu.

"Ada tokoh pengusaha sudah dapat bintang kemana-mana karena janji (akan bantu) tapi tidak ada realisasinya," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (27/8).


Pengusaha itu dinilai JK sudah merasa hebat karena menjanjikan untuk memberi bantuan. Terlebih kedatangannya disambut besar-besaran gubernur hingga Panglima TNI.

"Orang yang dielu-elukan itu merasa hebat, (merasa) sumbang kiri kanan, ternyata tidak ada apa-apanya. Jangan percaya orang yang suka usaha-usaha begitu, merasa hebat tapi tidak ada buktinya," katanya.

Menurut JK, Gubernur Sulteng dan NTB sebenarnya telah menagih janji bantuan dari pengusaha tersebut. Namun hingga saat ini pengusaha itu tak juga memenuhi janjinya.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini pun meminta agar pemerintah mengevaluasi kembali pemberian penghargaan kepada pengusaha tersebut. Sebab, sejak pemberian penghargaan setahun lalu hingga saat ini janji bantuan itu tak kunjung direalisasi.

"Ya harus dievaluasi memberikan bintang-bintang itu, tidak sembarang. Sudah setahun tidak satu sen pun diberi. Padahal, uh, berbunga-bunga semua orang di sana, PMI juga kena (janji), untung saya tidak minta apa-apa," tutur JK.

Namun saat disinggung soal sosok pengusaha itu, JK enggan menjelaskan lebih lanjut. Ia hanya menyebut bahwa penghargaan itu banyak diberitakan di media.

"Ada fotonya semua, ada beritanya. Kau cari saja namanya sendiri," ucapnya.

Gempa bumi di Lombok diketahui terjadi pada 5 Agustus 2018. Dari data BNPB, gempa berkekuatan magnitudo 7 ini menyebabkan 259 orang meninggal dunia, 1.033 luka berat, dan ratusan ribu warga mengungsi.

Tak lama setelah itu, Presiden Jokowi menganugerahkan penghargaan Bintang Mahaputra Naraya pada sejumlah tokoh di antaranya mantan hakim agung Abbas Said, Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai, hingga pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir.

Sebulan setelahnya terjadi gempa Palu berkekuatan magnitudo 7,4 yang diikuti dengan tsunami pada 28 September 2018. Dari data BNPB, 1.234 orang meninggal dan ratusan orang tertimbun.

(psp/kid)