Lapas Sorong sempat terbakar saat masyarakat setempat melancarkan aksi protes terhadap rasialisme pada 19 dan 20 Agustus lalu.
"Khusus untuk Lapas Sorong kami masih terus melakukan pendalaman. Saat ini sudah ada satu orang berinisial KW yang kami tetapkan sebagai tersangka, dia seorang Napi," kata Direktur Kriminal Umum Polda Papua Barat Kombes Pol Robert Dakosta di Manokwari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi protes yang terjadi sepanjang pekan lalu, wilayah Manokwari, Sorong dan Fakfak mengalami dampak kerusakan paling parah.
Sedangkan di Fakfak, kata Robert, polisi menerima empat laporan atas kerusuhan yang terjadi pada 21 Agustus lalu. Semuanya masih dalam proses penyelidikan dan pengumpulan alat bukti.
"Untuk daerah lain selain Manokwari, Fakfak dan Sorong hanya ada aksi damai. Relatif aman dan tidak ada aksi perusakan dan pembakaran fasilitas umum," ujar Robert.
Sebelumnya, pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur berbuntut aksi protes di sejumlah daerah. Terutama di Papua dan Papua Barat sepanjang pekan lalu.
Masyarakat tidak terima ketika tahu mahasiswa Papua menjadi bulan-bulanan pernyataan rasialisme di Surabaya. Mereka lalu meminta oknum-oknum rasialis diusut tuntas.
Aksi protes terjadi di sejumlah wilayah. Manokwari, Sorong, Fakfak, Jayapura, hingga Mimika. Sejumlah fasilitas umum rusak. Bangunan dan kendaraan bermotor juga tidak sedikit yang dibakar.
Sejauh ini, polisi menetapkan 34 tersangka untuk kasus di Mimika. Mereka diduga melakukan aksi blokade, merampas ban, hingga percobaan pembakaran Gedung DPRD Mimika, Timika, Papua pada Rabu (21/8).
[Gambas:Video CNN] (bmw/antara)