JJ Rizal Vs PLN Masuk Babak Mediasi di PN Jaksel

CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 15:14 WIB
JJ Rizal Vs PLN Masuk Babak Mediasi di PN Jaksel Sejarawan JJ Rizal dan sejumlah orang yang alami kerugian karena koi yang mati menggugat Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/8). (CNN Indonesia/ Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sidang gugatan perdata sejarawan JJ Rizal terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait kasus pemadaman listrik dilanjutkan ke proses mediasi, Kamis (29/8).

Ketua Majelis Hakim Sudjarwanto menyatakan berkas kedua pihak lengkap dan siap dilanjutkan ke proses mediasi.

Hakim sempat mempersilakan dua pihak mengajukan mediator, tapi mereka menyerahkan ke Majelis Hakim.


"Maka kita tunjuk ya, mediatornya Pak Ahmad Guntur. Waktunya tiga puluh hari, silakan jadwalnya silakan dengan mediatornya," kata Sudjarwanto dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (29/8).

Proses mediasi akan dimulai pada Kamis (5/9). Dua pihak bakal dipandu mediator untuk menyelesaikan masalah lewat tawaran perdamaian.
Jika dua pihak tak menemukan titik temu hingga batas waktu tiga puluh hari, maka bisa diperpanjang hingga tiga puluh hari berikutnya. Jika tetap tak sepakat, maka akan dilanjutkan dengan persidangan.

Kuasa hukum JJ Rizal, Muhamad Ali Hasan, mengatakan pihaknya akan mendengarkan tawaran proses mediasi terlebih dulu sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Mungkin nanti kalau untuk ada tawaran atau apa saya harus bicara dengan prinsipal (JJ Rizal) harus seperti apa. Tapi kita juga liat dari PLN tawarannya seperti apa, tawaran perdamaiannya seperti apa. Kalau tidak ada, lanjut ke gugatan," kata Ali usai persidangan.
Di kesempatan itu, JJ Rizal mengatakan gugatan ini bukan sekadar minta ganti rugi atas kematian puluhan ikan koi miliknya. Namun untuk menagih PLN atas amanat Undang-undang Kelistrikan.

"Ya saya kehilangan (ikan koi peliharaan), tapi jauh lebih besar lagi adalah persoalan bagaimana tanggung jawab kepada warga negara, kita sebagai warga negara, kita punya PLN, dan itu diamanatkan undang-undang untuk menjadi pemasok listrik tunggal itu bekerja dengan baik," ucap Rizal.

Sebelumnya, JJ Rizal menggugat PT PLN atas kasus pemadaman listrik yang terjadi awal Agustus 2019. Dalam kejadian itu, Rizal mengaku 43 ekor koi peliharaannya mati karena kehabisan oksigen. Ia menggugat PLN untuk ganti rugi sebesar Rp150 juta.
[Gambas:Video CNN] (dhf/ain)