Kapal Karam di Laut, 27 Pramuka Pasaman Barat Selamat

CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 01:00 WIB
Kapal Karam di Laut, 27 Pramuka Pasaman Barat Selamat Ilustrasi evakuasi kapal tenggelam. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 27 orang siswa anggota pramuka SMA IT Darul Hikmah Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) selamat setelah kapal yang membawa mereka dari Pulau Panjang menuju dermaga Air Bangis karam dihantam ombak, Minggu (1/9).

"Informasi yang kami peroleh memang benar. Beruntung semua penumpang selamat," kata Koordinator Basarnas Pasaman, Zulfahmi seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan diduga kapal rombongan pramuka itu kelebihan muatan dan dihantam ombak sekitar pukul 14.40 WIB di tengah laut antara Teluk Air Bangis dengan Pulau Panjang.


Zulfahmi menjelaskan peristiwa itu berawal ketika pada Minggu (1/9) sekitar pukul 08.00 WIB ketika rombongan pramuka SMA IT Darul Hikmah yang dipimpin Indra Budiman dan pembina pramuka sekolah tersebut, Rida Warsa akan melaksanakan bakti sosial dalam rangka pelantikan siswa pramuka di Pulau Panjang.

Saat itu rombongan berangkat dari Air Bangis menuju Pulau Panjang menggunakan kapal nelayan jenis jaring udang KM Nindi GT 4 dengan nahkoda Mariadi (36) dan ABK kapal, Nal (26). Pada keberangkatan dari dermaga Air Bangis, kapal mengangkut sebanyak 13 orang dan dua awak kapal menuju pulau panjang.Kemudian kapal kembali berangkat untuk kedua kalinya sebanyak 14 orang dengan dua awak kapal.

Rombongan tersebut lalu kembali semua dari Pulau Panjang menuju dermaga Air Bangis sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah perjalanan selama 40 menit, sekitar pukul 14.40 WIB kapal yang membawa rombongan dihantam ombak besar dan langsung terbalik.

"Seluruh penumpang mengapung di dekat kapal. Satu jam kemudian seluruh penumpang diselamatkan oleh dua unit kapal penumpang yang akan menuju pulau panjang," jelasnya.

Ia menegaskan seluruh penumpang dan awak kapal dalam keadaan selamat.

"Penumpang sempat diperiksa kesehatannya di Puskesmas Air Bangis. Minggu malam semuanya sudah pulang kembali ke Simpang Empat," katanya.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan sekitar pukul 20.20 WIB, dua orang siswa mendapat pemeriksaan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Jambak.


[Gambas:Video CNN] (Antara/kid)