Anies menyebut pemerintah pusat juga masih mencari solusi untuk pemindahan para pencari suaka.
"Tadi pagi saya koordinasi dengan pemerintah pusat, mereka juga sedang mencari tempat baru. Kita tunggu," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya bisa saja DKI memberikan lahan untuk para pengungsi. Namun lagi-lagi ia mengatakan bahwa instruksi tergantung pemerintah pusat.
Sebelumnya, sejak Agustus DKI telah menampung para pengungsi dari trotoar Kebon Sirih ke kawasan Kali Deres. Sejak 31 Agustus lalu, DKI menghentikan bantuan yang diberikan.
Sebagian pengungsi masih bertahan di lokasi tempat penampungan menunggu pemindahan. Selama masa penantian, Unhcr sudah menyalurkan bantuan makanan kepada para pengungsi.
"Data terakhir, kurang lebih 500-an yang dipindahkan, yang belum sekitar 300-an. Karena ada suaka yang datang lagi, kemarin siang saya ke Kalideres, ada yang baru datang dari Cisarua," kata Taufan saat dihubungi, Senin (2/9).
Taufan mengatakan pihaknya juga masih melakukan negosiasi kepada sejumlah pemangku kepentingan. Beberapa di antaranya ialah Badan PBB untuk pengungsi (UNHCR), Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan hingga Kementerian Luar Negeri.
Menurut Taufan Pemprov DKI sedianya bertindak tegas dalam menyelesaikan masalah kasus pencari suaka. Namun karena alasan kemanusiaan, dia mengatakan DKI pun memberi kelonggaran kepada para pengungsi.
[Gambas:Video CNN] (ctr/ain)