Kurangi Kendaraan Pribadi, Anies Tutup Park and Ride Thamrin

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 13:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai pengurangan lahan parkir juga dapat mengurangi  kendaraan pribadi di jalanan Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup kawasan park and ride Thamrin 10 agar dapat mengurangi kendaraan pribadi di jalanan Ibu Kota(CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menutup sejumlah kantong parkir yang berada di tengah pusat Ibu Kota demi menekan penggunaan kendaraan pribadi. Salah satunya ialah kawasan parkir park and ride di Thamrin 10.

"Kita harus mengurangi jumlah pengendara bermobil dengan cara satu, tarifnya dapat dinaikkan. Yang kedua, tempat parkirnya dikurangi," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/9).

Anies menjelaskan bahwa kawasan park and ride Thamrin mampu menampung hingga 70 ribu slot kendaraan. Jika itu ditutup, menurut Anies, dapat menggerakkan keinginan masyarakat menggunakan moda transportasi publik.


"Anda parkir di Thamrin 10 cukup dengan Rp5 ribu rupiah sepanjang hari. Ya siapa yang akan naik kendaraan umum? Semuanya akan pakai, lebih rasional kan?" tuturnya.
Anies mengatakan kawasan park and ride akan disulap menjadi pusat kuliner. Dia optimis perubahan fungsi park and ride dapat menggerakkan perekonomian masyarakat kecil.

"Tempat itu akan kita ubah. Tidak menjadi tempat parkir tapi menjadi tempat pusat kegiatan kuliner. Jadi justru bisa menggerakkan perekonomian, UMKM masuk, kemudian disitu diubah menjadi tempat kuliner," tegas dia.

Anies juga berharap masyarakat memarkir kendaraannya di rumah dan beralih ke kendaraan umum.

Mantan Mendikbud itu juga mengatakan Pemprov DKI Jakarta sedang mengkaji rencana menaikkan tarif parkir di Ibu Kota. Langkah itu juga guna menekan penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta.

Namun, Anies belum mau merinci soal rencana menaikkan tarif parkir. Ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu.

"Parkirnya? Di rumah. Parkirlah mobil di rumah anda. Sekarang lagi di-siapin dulu nanti kalau sudah final pasti diumumkan, tapi enggak lama lagi kok," kata Anies.
Diketahui, dalam segmen transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga telah memperluas penerapan ganjil genap menjadi 16 ruas.

Penerapan dilakukan sejak Senin, 12 Agustus. Uji coba berlangsung hingga 6 September 2019. Sistem ganjil genap diterapkan pada Senin-Jumat pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

16 ruas jalan yang diterapkan uji coba sistem ganjil genap yakni Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan RS Fatmawati, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari.

Perluasan ganjil genap ini efektif berlaku atau mulai akan diberlakukan tilang pada 9 September 2019.
[Gambas:Video CNN] (ctr/bmw)