Kapolri Tegaskan Belum Akan Tarik Ribuan Personel dari Papua

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 11:19 WIB
Kapolri Tegaskan Belum Akan Tarik Ribuan Personel dari Papua Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan ribuan personel Polri masih akan bertahan di Papua. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan belum ada rencana penarikan ribuan personel TNI-Polri yang saat ini ditugaskan di Papua. Tito menyebut penarikan dilakukan jika kondisi Papua benar-benar aman.

"Sampai saat ini belum dipastikan kapan ribuan personil TNI-Polri ditarik," ujar Kapolri di Jayapura, saat penandatanganan deklarasi kesepakatan damai di Jayapura, Kamis (5/9) malam seperti dikutip Antara.

Tito mengumpamakan penarikan personel dari Papua, sama ketika penarikan saat pasukan dikirim ke Jakarta dari berbagai daerah beberapa waktu lalu. Personel bertugas selama 2,5 bulan.

Tito mengatakan pengerahan pasukan dilakukan guna menghindari konflik meluas sehingga situasi terkendali. Masyarakat, kata Tito, perlu merasa negara ada di tengah mereka memberi jaminan keamanan.


"Bagi yang ingin melakukan kerusuhan berpikir, sambil aparat keamanan melakukan penegakan hukum," kata Kapolri.

Ia menyatakan rasa syukurnya karena situasi di Papua dan Papua Barat hingga kini relatif terkendali dan aman.

"Terima kasih banyak kepada pemda, tokoh-tokoh dari berbagai etnis, tokoh agama yang sudah ikut berkontribusi menjaga keamanan yang sudah ada dan mari kita menjaga keamanan," kata Tito Karnavian yang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua.

Ia mengatakan hingga kini masih memonitor dinamika yang terjadi. Polri juga melakukan pemetaan permasalahan yang ada. Menurutnya, persoalan di Papua dapat diselesaikan bila ada kebersamaan.

"Tuhan YME menciptakan negara kita dengan penuh keberagaman, suku, agama dan ras, jangan sampai ini menjadi pemecah," kata Tito.

Sementara itu, penandatanganan deklarasi kesepakatan dalam rangka menjaga Papua Tanah Damai ditanda tangani tokoh masyarakat, agama, dan pemuda. Deklarasi diakhiri dengan tanda tangan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Sembiring dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Adapun isi dari deklarasi adalah: "kami warga negara kesatuan RI dengan beragam suku, bahasa, agama dan sepakat menyatakan satu (1) menjaga kesatuan dan persatuan di Tanah Papua, dua (2) hidup berdampingan rukun, damai dengan penuh kasih sayang, tiga (3) sepakat dengan tidak terpengaruh isue-isue yang tidak benar dan empat (4) sepakat menolak kelompok radikal dan separatis di Tanah Papua."
[Gambas:Video CNN] (ain)