Diketahui, 10 capim KPK tengah menjalani uji kelaikan di Komisi III DPR.
"Jangan sampai kita memilih KPK yang model dan cara berpikirnya anarko. Anarko itu anti-sistem, anarkis itu perbuatannya, cara berpikirnya anti-sistem," kata Masinton dalam rapat dengan Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini cara berpikir teman-teman KPK ini sudah anarko, bertindak inkonstitusional menentang keputusan negara. Kami tidak ingin pimpinan KPK seperti ini," katanya.
"Jangan sampai kesusupan yang seperti ini (anarko)," katanya.
Sepuluh capim KPK itu antara lain Alexander Marwata, (komisioner KPK), Firli Bahuri (anggota Polri), I Nyoman Wara (auditor BPK), Johanis Tanak (jaksa), Lili Pintauli Siregar (advokat), Luthfi Jayadi Kurniawan (dosen), Nawawi Pomolango (hakim), Nurul Ghufron (dosen), Roby Arya B (PNS Sekretariat Kabinet), serta Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).
Para calon akan diminta membuat makalah sesuai dengan tema yang dibuat oleh Komisi III. Mereka memilih tema secara acak.
Sementara itu, sejumlah pihak menganggap seleksi capim KPK 2019-2023 bermasalah. Mereka yang mengkritik terdiri dari beberapa LSM.
Menurut mereka, anggota Pansel KPK diduga tidak independen lantaran ada anggota yang merupakan staf ahli Kapolri. Selain itu, calon hasil seleksi Pansel juga ada yang memiliki rekam jejak bermasalah.
[Gambas:Video CNN] (mts/bmw)