Pengakuan Saut Situmorang Temui dan Ditraktir Desmond Mahesa

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 16:47 WIB
Pengakuan Saut Situmorang Temui dan Ditraktir Desmond Mahesa Wakil Ketua KPK 2015-2019 Saut Situmorang (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengklaim tak pernah meminta atau melobi agar dirinya dipilih dalam seleksi capim KPK saat bertemu Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa pada 2015 silam. Saut mengaku hanya sebatas mengenalkan program ke Desmond untuk menunjukkan kelebihan.

Sebelumnya, Desmond menyebut pernah dilobi Saut saat seleksi Capim KPK 2015-2019 masih berjalan pada 2015. Bahkan Desmon mengaku mentraktir makan Saut.

"Orang yang milih anggota komisi 3 ya lobi ya ke anggota komisi 3. 'Ini program saya Bro Desmon, pilihlah saya'. Agar yang mau mereka mau milih kita ya enggak? Itu tidak dilarang UU KPK," kata Saut saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (9/9).


"Itu namanya kampanye. Apalagi waktu itu kita kan belum dikenal, makhluk apa kita ini, itu namanya The Art of Negotiations," lanjutnya.

Saut mengamini saat itu Desmond juga mentraktirnya makan siang di sebuah restoran. Sama seperti yang diutarakan Desmond.
Namun, kata dia, tidak ada kesepakatan antara dirinya dan Desmond. Saut menegaskan kala itu hanya mengenalkan program-program yang akan dijalankan jika terpilih sebagai pimpinan KPK 2015-2019.

"Sepakat? Enggak ada apa-apa, enggak tahu saya habis makan siang bubar dan saya juga enggak tahu dia (Desmond) milih saya atau tidak," tambah Saut.

Saut lantas menegaskan bahwa pertemuan dengan anggota Komisi III DPR untuk mengenalkan program bukan tindakan yang salah. Dia mengklaim itu diatur dalam UU KPK.

"Yang enggak boleh itu kalau pidana. Kampanye Selama enggak pakai transaksional itu baik. Boleh. Datanglah dengan konsep. Saya sama Om Desmond tidak transaksional atau janji janji," kata Saut.

"Mungkin model ini baik diterapkan oleh 10 calon pimpinan KPK yang akan dipilih," lanjutnya.
Sebelumnya, Desmond mengaku pernah dilobi oleh Saut Situmorang saat mengikuti seleksi calon pimpinan KPK periodr 2015-2019 silam. Dia pun mengaku sempat mentraktir Saut untuk makan.

"Komisioner hari ini, komisioner yang lalu semasa saya (di) DPR minta tolong sama saya, saya tolong saja. Kalau kurang yakin, tanya sama Saut. Saya ajak makan, saya bayarin," kata Desmond kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (9/9).

Namun, menurutnya, tidak ada perjanjian atau kesepakatan yang terjadi dari lobi yang dilakukan oleh Saut itu terhadap dirinya.

Politikus Partai Gerindra itu mengaku hanya menyampaikan kepada Saut untuk menegakkan hukum.

"Tapi saya tidak deal apa-apa dan dia juga tidak deal. Saya cuma bilang tegakkan hukum, tanya Saut," kata Desmond.
Komisi III DPR memulai proses fit and proper test atau uji kelaikan capim KPK periode 2019-2023 pada hari ini dengan mengundang Pansel Capim KPK untuk mengetahui proses seleksi yang telah dilakukan sejauh ini.

Selanjutnya, Komisi III akan mengundang 10 capim KPK tersisa untuk membuat makalah. Komisi III telah menyiapkan topik untuk dipilih lewat mekanisme undian.

Sebanyak 10 nama itu adalah Alexander Marwata, (komisioner KPK), Firli Bahuri (anggota Polri), I Nyoman Wara (auditor BPK), Johanis Tanak (jaksa), Lili Pintauli Siregar (advokat), Luthfi Jayadi Kurniawan (dosen), Nawawi Pomolango (hakim), Nurul Ghufron (dosen), Roby Arya B (PNS Sekretariat Kabinet), serta Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).
[Gambas:Video CNN] (ryn/bmw)