Buah Pikiran Habibie soal Demokrasi di Habibie Center

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 05:45 WIB
Buah Pikiran Habibie soal Demokrasi di Habibie Center Presiden ke-3 RI B.J. Habibie (kanan) saat berbincang dengan Dewi Fortuna Anwar (tengah) dan Armida Salsiah Alisjahbana (kiri), Jakarta, 25 Mei 2015. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie telah meninggal dunia pada Rabu (11/9). Pria asal Parepare itu pun dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9) siang.

Kepergian Habibie pun meninggalkan duka di segenap bangsa Indonesia. Namun, mangkatnya Habibie pada usia 83 itu meninggalkan sejumlah buah pikiran dan kerja bagi bangsa. Salah satunya The Habibie Center yang ia dirikan setelah tak lagi menjabat presiden RI.

"Sesudah BJ Habibie tidak lagi menjabat sebagai presiden, beliau mendirikan The Habibie Center... The Habibie Center memiliki motto, 'Demokratisasi tak boleh henti'," ujar Wakil Ketua Dewan Pengurus The Habibie Center, Dewi Fortuna Anwar, dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.


Dewi Fortuna menjelaskan Habibie Center didirikan sang presiden ketiga RI dengan cita-cita menjadi sebuah lembaga pemikir (think tank) independen yang bergerak untuk memajukan demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia.

"Institusi ini menjadi buah pemikiran beliau untuk ikut menguatkan budaya masyarakat sipil di Indonesia," ujar Dewi Fortuna.

Buah Pikiran Habibie soal Demokrasi di Habibie CenterThe Habibie Center adalah lembaga yang didirikan Presiden ketiga RI BJ Habibie setelah tak lagi menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Dewi Fortuna pun mengenang kembali Habibie yang sebelumnya dikenal sebagai teknokrat atau Bapak Teknologi Indonesia. Tak hanya itu, selepas jadi Presiden RI --meski dalam waktu singkat--peran Habibie telah membuat dirinya dikenal pula sebagai Bapak Demokrasi hingga Guru Bangsa.

"Bapak Habibie juga dikenal sebagai Bapak Demokrasi Indonesia karena perannya dalam mendorong demokrasi di negeri ini," ujar Dewi.

Dewi memberikan beberapa contoh yakni membuka kebebasan pers, membuka peluang berdirinya partai-partai politik baru, dan menyelenggarakan pemilu
demokratis pertama sejak tahun 1955.

"BJ Habibie juga mendengarkan masukan dari masyarakat sipil tentang pemenuhan hak-hak perempuan dan membantu berdirinya Komnas Perempuan," kata Dewi Fortuna seraya melayangkan duka cita atas mangkatnya Habibie.

BJ Habibie meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Dia dimakamkan di TMP Kalibata dengan upacara kenegaraan yang akan dipimpin Presiden RI Joko Widodo sebagai inspektur, siang ini. Habibie dikebumikan di sebelah makam istrinya, Hasri Ainun.


[Gambas:Video CNN] (kid/kid)