Satu Kata dari Istri Gus Dur untuk BJ Habibie: Tulus

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 19:46 WIB
Satu Kata dari Istri Gus Dur untuk BJ Habibie: Tulus Istri Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah mengatakan BJ Habibie adalah orang yang tulus(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istri Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah mengenang Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai orang yang tulus. Ia hanya menyebut satu kata itu untuk menggambarkan Presiden ke-3 Indonesia tersebut.

"Pak Habibie itu kalau saya melihat, orangnya tulus. Itu saja, tulus," jawab Sinta ditemui seusai prosesi pemakaman B.J. Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis (13/9).

Sinta kemudian bercerita perjumpaan terakhirnya dengan Habibie. Ia terkesan karena saat itu Habibie tertarik dengan kegiatan sahur keliling yang diinisiasi dirinya.


"Jadi kemarin itu, sebelum sakit yang ini, saya itu menyambangi beliau. Dia bilang, pokoknya saya mau ikut kegiatan ini (sahur keliling), ini bagus tidak ada duanya. Aduh, sahur keliling mau ikut saya? Saya tertawa," lanjut Sinta.

Ia tak menyangka bakal beroleh respons antusias dari Habibie. Mantan menteri negara riset dan teknologi itu bahkan ingin ikut serta secara langsung.
"'Saya mau ikut dong sahur keliling'. Sampai saya dibawakan kurma. Itu yang membuat saya selalu ingat Pak Habibie," kata Sinta.

"Terakhir kali yang saya kenang itu saat Pak Habibie justru mau ikut kegiatan saya, mau ikut sahur keliling dengan saya. Itu.," lanjutnya.

Shinta Nuriyah datang bersama anaknya, Yenny Wahid. Selain istri Gusdur tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang menghadiri pemakaman Habibie diantaranya Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Hamzah Haz juga Tri Sutrisno.

Peti jenazah Habibie bersama rombongan dan iring-iringan tiba di TMP Kalibata pukul 13.33 WIB dari rumah duka. Selanjutnya diteruskan proses pemakaman dengan upacara kenegaraan yang dipimpin Presiden Joko Widodo sebagai inspektur.
Dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan bahwa Habibie adalah sosok yang tak hanya memikirkan diri sendiri, melainkan juga bangsa dan negara.

"Tidak hanya berpikir untuk Indonesia satu atau dua tahun mendatang, tetapi almarhum berpikir membangun Indonesia untuk 50 sampai 100 tahun," sambung Jokowi.

"Sampai di masa senja-nya beliau masih mengingatkan pentingnya sumber daya manusia Indonesia untuk diisi dan dikuatkan dengan agama, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan."

Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada Rabu kemarin (11/9). Dia wafat pada pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Pemerintah lalu menetapkan Hari Berkabung Nasional hingga 14 September mendatang. Kantor-kantor pemerintah baik di dalam mau pun luar negeri juga diminta mengibarkan bendera setengah tiang.
[Gambas:Video CNN]
(ika/bmw)