Firli Ketua KPK, DPR Sebut Tak Bisa Senangkan Semua Pihak

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 05:20 WIB
Firli Ketua KPK, DPR Sebut Tak Bisa Senangkan Semua Pihak Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik menganggap penolakan publik terhadap Ketua KPK baru Irjen Firli Bahuri sebagai hal yang biasa.

Erma menyampaikan pihaknya tak bisa membuat keputusan yang menyenangkan semua pihak. Namun ia mengklaim keputusan jajaran baru KPK adalah yang terbaik.

"Ya biasalah, namanya pemilihan ada pro kontra, kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang. Saya udah bilang, lima pimpinan ini komposisinya paling baik, sesuai undang-undang," kata Erma setelah penetapan lima komisioner KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/9) dini hari.

Erma menyebut Firli dipilih menjadi ketua berdasarkan urutan perolehan suara. Kapolda Sumsel itu meraih dukungan dari seluruh anggota Komisi III DPR yang berjumlah 56 orang.

Dia berharap Firli dkk bisa menjalankan rencana yang sudah dipaparkan di uji kepatutan dan kelayakan. Erma juga menegaskan tugas mereka adalah melaksanakan aturan yang akan berlaku.

"Tugasnya tidak ada tugas lain, yaitu jalankan Undang-undang KPK itu," tutur dia.

Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin meminta masyarakat menyudahi pro kontra terkait pemilihan Firli

"Soal pro kontra itu sudah, hari ini sudah selesai, lihat lembaran baru bagaimana pimpinan KPK bisa bersinergi dengan pemerintah, lembaga legislatif, dan yudikatif," ujar Aziz.

Sebelumnya, setelah melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan, Komisi III DPR menggelar voting untuk memilih lima dari sepuluh capim KPK.

Lalu terpilih Firli Bahuri dengan 56 suara, Alexander Marwata 53 suara, Nawawi Pomolango dengan 50 suara, Nurul Ghufron dengan 51 suara, dan Lili Pintauli Siregar yang mendapatkan 44 suara.

Firli dipilih menjadi Ketua KPK melalui diskusi tanpa voting. Bahkan pemilihan dilakukan lewat rapat tertutup yang durasinya hanya sekitar lima menit.


(dhf/eks)