Tengah Malam di DPR saat Lima Pimpinan KPK Terpilih

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 10:12 WIB
Tengah Malam di DPR saat Lima Pimpinan KPK Terpilih Calon Pimpinan KPK Irjen Pol Firli Bahuri (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin (kanan) disaksikan Wakil Ketua Komisi III DPR Demond Junaidi Mahesa (belakang) dan Erma Suryani Ranik (depan) usai menerima amplop berisi tema makalah untuk uji kelayakan dan kepatuhan Capim KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9). (Antara Foto/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi III DPR RI telah memilih lima nama pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat proses voting yang berlangsung pada Kamis (12/9) malam hingga Jumat (13/9) dini hari.

Dalam proses voting itu, dari sepuluh capim yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, lima yang terpilih adalah: Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, dan Lili Pintauli Siregar.

Proses uji wawancara hingga pemilihan pimpinan KPK itu sendiri digelar maraton di Komisi III DPR RI. Pada Rabu (11/9), Komisi III mewawancarai lima capim yakni Nawawi Pamolango, Lili Pintauli Siregar, Sigit Danang Joyo, Nurul Ghufron, dan I Nyoman Wara.


Kemudian pada Kamis (12/9) Komisi III DPR kembali mewawancarai lima capim yakni Alexander Marwata, Johanis Tanak, Luthfi Jayadi Kurniawan, Firli Bahuri, dan Roby Arya Brata.

Roby Arya adalah capim terakhir yang diwawancarai anggota Komisi III kemarin. Setelah menggali kepatutan Roby Arya secara singkat, pimpinan rapat menskors sidang untuk membicarakan proses selanjutnya.

Setelahnya, rapat tertutup digelar selama sekitar 30 menit, mekanisme voting pun diputuskan digelar sekitar pukul 11.40 WIB, dan dimulai sekitar 10 menit kemudian.
Menit-menit Proses Pemilihan Pimpinan KPK di Komisi III DPRNawawi Pamolango yang terpilih jadi salah satu pimpinan KPK.  (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

"Mekanismenya bapak ibu kita pilih lima dari sepuluh, wajib. Kalau ada yang milih enam kita nyatakan gugur," kata Ketua Komisi III DPR yang memimpin rapat, Azis Syamsuddin sebelum proses voting dimulai tengah malam tadi.

Aturannya, 56 orang anggota Komisi III DPR menuliskan lima orang capim pilihan mereka dalam kertas suara. Lalu mereka akan memilih lagi satu nama capim sebagai Ketua KPK. Azis selaku pimpinan rapat ditunjuk sebagai pemandu pemungutan suara tersebut.

Proses voting itu kemudian dilakukan hingga sekitar pukul 00.15 WIB, Jumat (13/9) dini hari.  

"Pertama Nawawi, kedua Lili, ketiga Nurul, keempat Alexander, dan kelima Firli," kata Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin membacakan hasil voting di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (13/9) dini hari.

"Setuju," ucap seluruh anggota Komisi III DPR.

Perolehan suara masing-masing nama calon yang terpilih itu ialah sebagai berikut Firli mendapatkan 56 suara, Alexander memperoleh 53 suara, Nawawi mendapatkan 50 suara, Lili mendapatkan 44 suara, serta Nurul memperoleh 51 suara.
Menit-menit Proses Pemilihan Pimpinan KPK di Komisi III DPRLili Pintauli Siregar capim perempuan yang terpilih jadi komisioner KPK. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Dan, setelah lima pimpinan KPK terpilih, dibicarakanlah cara menentukan sosok yang akan menjadi Ketua KPK. Akhirnya, lewat musyawarah, anggota Komisi III sepakat menjadikan Firli yang masih menjabat Kapolda Sumatera Selatan itu sebagai Ketua KPK periode 2019-2023.

"Berdasarkan diskusi dan musyawarah seluruh fraksi hadir, dihadiri kapoksi dan perwakilan fraksi-fraksi menyepakati untuk menjabat pimpinan Ketua KPK masa bakti 2019-2023 sebagai ketua yang pertama adalah Firli Bahuri," kata Ketua Komisi III DPR Azis membacakan hasil voting di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/9) dini hari.

Penyebutan nama Firli sebagai jenderal baru KPK itu pun disambut riuh tepuk tangan oleh anggota Komisi III DPR yang ada di sana malam itu.

Firli sendiri bukan orang baru di KPK karena ia pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan di lembaga antirasuah. Namun, dalam jabatannya tersebut Firli telah ditetapkan melakukan pelanggaran etik, tapi sebelum dikenai sanksi ia telah ditarik kembali ke Polri untuk memimpin Polda Sumsel.


"Kami mengucapkan terimakasih kepada masukan, baik yang pro maupun kontra, maaf bila ada hal yang kurang berkenan, kepada rekan wartawan, seluruh masyarakat Indonesia, kami menaruh harapan kepada lima komisioner KPK untuk mengemban tugas dan jabatannya sesuai peraturan perundangan dengan catatan mengikuti hal-hal yang telah menjadi komitmen selama proses uji kelayakan kepatutan Komisi III, dengan ini kami mengakhiri," tutur Azis sambil menutup rapat seleksi capim KPK dengan ketukan palu.

Azis kemudian bangkit dan menyalami Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi PAN Mulfachri Harahap, berjabat tangan erat ala TNI-Polri sambil menggoyang-goyangkan tangannya dengan Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik.

Di sebelahnya, Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa melakukan tos dengan Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Herman Hery. Tawa dan teriakan pun terdengar dari ruangan Komisi III DPR setelah seleksi pimpinan baru KPK itu berakhir.


[Gambas:Video CNN] (dhf)