Massa aksi yang menamakan diri Himpunan Aktivis Millenial Indonesia kembali datang ke Kantor KPK sekitar pukul 15.30 WIB. Puluhan orang dari kelompok ini bergabung dengan dua kelompok lain yang sudah berunjuk rasa sejak 14.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyampaikan pihaknya meminta Pimpinan KPK Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode Syarief mundur lalu diganti dengan lima pimpinan yang baru.
Hingga saat ini, tiga kelompok massa aksi masih berkumpul dan berorasi secara bergantian.
Meski berbeda kelompok, mereka menyampaikan hal yang sama, yaitu mendukung revisi UU KPK disahkan, mendukung pembekuan KPK, dan pimpinan baru yang telah dipilih DPR segera dilantik.
Massa aksi sempat membakar ban dan karangan bunga. Mereka meminta agar DPR melakukan revisi UU KPK. Selain itu, Massa juga meminta agar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Wadah Pegawai (WP) menarik pernyataannya terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Irjen Firli Bahuri.
Kerusuhan pecah saat massa mencoba masuk ke dalam Gedung KPK dengan tujuan menemui pimpinan KPK. Massa juga merangsek masuk untuk mencopot kain hitam di logo KPK. Bentrok massa dan aparat pun tak terelakkan.
Asep Irama menyebut kericuhan tak terhindarkan karena pihaknya telah lebih dulu meminta secara baik-baik ke KPK untuk menurunkan kain hitam yang menutupi logo KPK.
"Sebagai lembaga pemerintah yang dibiayai oleh rakyat, Wadah Pegawai KPK tidak berhak 'mensabotase' KPK dengan menutupi atribut lembaga rakyat tersebut," ujar Asep dalam keterangan tertulis.
"Karena itu, massa mulai merangsek ke depan, terjadi aksi adang-adangan dengan pihak kepolisian. Suasana aksi terpantau makin memanas," ujar dia.
[Gambas:Video CNN] (dhf/wis)