Mereka datang dengan mobil pikap yang dimodifikasi dengan pengeras suara. Salah seorang yang turut mengikuti aksi mengaku tidak tahu apa yang tuntutan aksi yang diikutinya. Pemuda yang berusia 15 tahun itu mengaku hanya diajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, beberapa di antara mereka terpantau menenteng spanduk 'Apresiasi DPR RI karena sahkan Revisi UU KPK'. Mereka juga memakai topeng bergambar wajah Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sambil membawa spanduk 'KPK Jangan Baper'.
Sejumlah anggota massa Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli KPK mengaku tak tahu permasalahan yang didemokan. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto) |
"Dapat ongkos, mas," kata salah satu peserta aksi lainnya.
Selain massa aksi yang mengenakan pakaian putih hitam, terdapat juga massa yang mengenakan kostum dan membawa gunungan wayang. Berdasarkan pantauan ada yang mengenakan kostum Si Buta dari Gua Hantu, Wiro Sableng, hingga Gundala.
"Tahapan pengesahan, kita lakukan tahapan ini, setelah itu kita bisa berikan nota," kata Fahri.
Revisi UU KPK ini mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk pegiat antikorupsi dan KPK sendiri, karena dinilai melemahkan pemberantasan korupsi. Meski begitu, revisi UU KPK ini jalan terus.
Namun, Presiden Jokowi dan DPR sama-sama bergeming. Dalam waktu singkat, pembahasan revisi UU itu antara eksekutif dan legislatif rampung. Hari ini, rapat paripurna DPR mengesahkan revisi UU KPK dengan sejumlah ketentuan kontroversialnya.
(sah/arh)
Sejumlah anggota massa Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli KPK mengaku tak tahu permasalahan yang didemokan. (