Mengutip teori pakar politik Ian Bremmer, Moeldoko menyebut tidak mudah menyandingkan penegakan demokrasi dengan stabilitas negara. Bahkan menurut Moeldoko saat ini banyak pihak yang menyandingkan stabilitas dengan rezim Soeharto atau Orde Baru.
"Untuk itulah mengelola negara sungguh diperlukan. Satu, jadi kalau nanti kita berbicara atas nama stabilitas, mohon tidak terganggu. Karena sekian lama, setelah reformasi, orang tidak terlalu berani berbicara kewaspadaan, orang tidak berani berbicara tentang stability, karena apa? Karena dicap Orde Baru," kata Moeldoko dalam Forum Titik Temu: Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan di DoubleTree Hilton Hotel, Jakarta, Rabu (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moeldoko mengklaim penerapan stabilitas di penting. Sebab jika stabilitas terancam karena penerapan demokrasi, tidak ada lagi pihak yang bahagia.
"Karena saya ingin katakan dengan tegas adalah beda antara demokrasi dengan anarkis itu sungguh sangat tipis. Jangan dengan jubah demokrasi, orang bisa melakukan apapun," tegas dia.
[Gambas:Video CNN] (dhf/dal)