FOTO : 135 Ton Sampah Plastik Dikembalikan ke Australia

Andry Novelino, CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 21:21 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sampah-sampah plastik diekspor kembali ke negara asal karena dianggap terkontaminasi limbah B3 dan tidak bisa digunakan sebagai bahan baku.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memulangkan 9 kontainer atau sebesar kurang lebih 135 ton sampah plastik ke Australia di Terminal Peti Kemas Koja, Tanjung Priok, Rabu (18/9/2019). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan 135 ton sampah itu merupakan hasil penindakan terhadap tiga perusahaan PT HI, PT NHI, dan PT ART. Ketiga perusahaan tersebut merupakan penerima fasilitas kawasan berikat di wilayah Tangerang, Banten. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bea Cukai bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penindakan dan pemeriksaan di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Hasilnya, 23 kontainer terkontaminasi sampah/limbah B3 serta direkomendasikan untuk dikembalikan ke negara asal. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Negara pengimpor sampah yaitu Australia (13 kontainer), Amerika Serikat (7 kontainer), Spanyol (2 kontainer), dan Belgia (1 kontainer). Sementara 79 lainnya dinyatakan bersih dan diberikan izin untuk dipakai sebagai bahan baku. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Rencananya, pemerintah akan melakukan re-ekspor sampah secara bertahap. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Hari ini akan dilakukan re-ekspor 9 kontainer yang terkontaminasi ke negara asal, Australia, dengan menggunakan kapal dari Tanjung Priuk. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bea Cukai memastikan bahwa 9 kontainer ini akan dikirim ke Australia dan sampai di negara tujuan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)