Risma mengaku prihatin dengan kondisi TPST Bantargebang yang diprediksi akan tutup pada 2021 karena volume sampah yang terus membludak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak gede kok. Nanti sampah itu masuk kemudian ditutup, dibuang, langsung teknologinya mengolah. Jadi itu kayak gedung tertutup dan bertingkat sehingga bisa dilihat dari atas," katanya.
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra) |
Pembangunan tempat pengolahan sampah itu diprediksi akan memakan biaya Rp4 triliun. Menurut Risma, Pemprov DKI dapat memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang mencapai Rp17 triliun untuk membiayai pembangunan tempat tersebut.
Sementara saat ini beban TPST Bantargebang dinilai Risma sudah terlalu berat karena volume sampah yang diangkut per hari mencapai 7.500 ton.
"Ini tuh sudah mendesak sekali. Sampahnya Bantargebang itu sehari 7.500 ton. Kalau itu maju (bangun tempat olah sampah) berarti tinggal 5.000 ton per hari, kalau enggak maju, yo mengerikan itu, Pak. Itu sehari, lho, bayangkan kalau enggak terangkut. Seminggu aja, jadi apa," tuturnya.
Anies Baswedan saat meresmikan fasilitas pencucian truk sampah. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati) |
Risma menegaskan bahwa permasalahan sampah saat ini menjadi persoalan utama bagi Pemprov DKI. Jika tidak diolah dengan baik, Wali Kota Surabaya dua periode ini khawatir persoalan tersebut akan berimbas pada warga Jakarta.
"Yang utama sekarang di Jakarta itu sampah, bukan energi karena dampaknya penyakit, banjir. Kalau enggak diolah dengan benar, bahaya," ucap Risma.
Pemprov DKI sendiri berencana membangun empat tempat pengelolaan sampah di ibu kota atau intermediate treatment facility (ITF).
Pemprov DKI menargetkan empat IFT itu rampung dibangun 2022.
[Gambas:Video CNN] (psp/wis)
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Anies Baswedan saat meresmikan fasilitas pencucian truk sampah. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)