Aksi Mobil 'Kebut-kebutan' di GBK Dapat Izin dari Pengelola

fea, CNN Indonesia | Sabtu, 21/09/2019 16:03 WIB
Aksi Mobil 'Kebut-kebutan' di GBK Dapat Izin dari Pengelola Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Video yang memperlihatkan mobil melaju kencang di area Gelora Bung Karno (GBK) viral di media sosial dan dianggap netizen berbahaya karena tidak dilakukan pada tempatnya. Pihak pengelola GBK menjelaskan aktivitas itu punya izin untuk dilakukan.

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK Winarto mengatakan aktivitas itu merupakan pengetesan catatan waktu melakukan satu putaran mengelilingi GBK. Dia tidak bilang siapa pihak yang melakukannya dan menyebut aksi itu bukan kebut-kebutan.

"Tapi mungkin bukan kebut-kebutan, itu satu mobil yang memutar mengetes berapa menit satu putaran. Bukan kebut-kebutan dalam pengertian ada banyak mobil yang melakukannya," ucap Winarto dalam sesi wawancara dengan CNNIndonesia TV, Sabtu (21/9).



Sebelumnya salah satu netizen mempertanyakan kepada pengelola GBK terkait perizinan aktivitas mobil performa itu melalui Twitter. Aktivitas itu dirasa berbahaya dan menurut dia GBK bukan ditujukan untuk kebut-kebutan mobil.



Winarto menyampaikan aktivitas itu dilakukan pada siang hari di ring road stadion utama GBK. waktu itu sengaja dipilih sebab disebut sedang tidak banyak kegiatan masyarakat.

"Ya jadi pada waktu kejadian itu sudah dijaga, pintu tertutup dan sebagainya. Bukan berarti tidak ada orang sama sekali, tetapi yang berolahraga pada jam itu tidak ada lagi karena pada siang hari terjadinya," ucap Winarto.

Menurut Winarto, pengelola GBK berusaha mengakomodasi banyak masyarakat yang ingin melakukan kegiatan di GBK. Kata dia jenis kegiatan masyarakat ada banyak, termasuk yang berkaitan dengan otomotif.

"Ini masalah berbagi saja, untuk kita itu rela berbagi dengan kegiatan masyarakat lainnya. Kita atur sebaik-baiknya, ini tempat masyarakat banyak jadi yang pakai banyak, kegiatannya banyak, jadi harus kita atur semaksimal mungkin," ujar Winarto.

"Tapi masukan dari para netizen tentu kami dengarkan, kami perhatikan untuk mencari solusi yang lebih baik ke depannya," tutup dia.

[Gambas:Video CNN] (fea)