Kepala Dinkes Tanah Datar Yesrita mengatakan jumlah korban tersebut terjadi pada Juli sebanyak 4.534 kasus, Agustus 4.631 kasus, dan September 4.406 kasus.
"Jumlah tersebut diperkirakan bisa saja bertambah mengingat kabut asap yang masih menyelimuti Tanah Datar," kata dia seperti dilaporkan Antara, Sabtu (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, kabut asap yang cukup tebal dan kualitas udara yang tidak sehat membuat Pemda Tanah Datar sesuai arahan bupati meliburkan untuk sementara waktu proses belajar mengajar di sekolah mulai Sabtu 21 hingga 23 September 2019.
Lihat juga:BMKG Vonis Udara Sumatera Barat Tidak Sehat |
Wan mengungkapkan konsentrasi polusi partikulat (pm10) di Sumatera Barat sudah menunjukkan angka 260 mikrogram per meter kubik.
Angka ini, kata dia, sudah melebihi ambang batas konsentrasi partikulat yang diperbolehkan di udara ambien yakni 150 mikrogram per meter kubik. Kemudian indikator kekeruhan udara atau Atmosphere Optical Depth (AOD) menunjukkan angka 1,6. Nilai di atas 1 berarti udara sudah tercemar partikulat debu dan asap akibat kebakaran.
[Gambas:Video CNN] (antara/dal)