#GejayanMemanggil merupakan seruan unjuk rasa damai yang digelar hari ini di Jalan Gejayan, Yogyakarta. Protes yang melibatkan bukan saja mahasiswa melainkan juga pelajar dan kelompok masyarakat dilatari rentetan masalah yang dinilai akan memberangus demokrasi juga mengancam kehidupan warga sipil.
Gerakan ini sengaja mengambil nama salah satu jalan, Gejayan, karena pernah menjadi salah satu saksi bisu perlawanan mahasiswa Yogyakarta terhadap rezim Orde Baru, 1998 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menewaskan seorang mahasiswa, peristiwa Gejayan juga mengakibatkan ratusan orang terluka. Saat itu mahasiswa menggelar aksi di sejumlah titik. Aksi dimulai selepas salat Jumat.
Tuntutan aksi para mahasiswa ini sama, yakni soal perekonomian yang dilanda krisis moneter, penolakan Soeharto menjadi presiden lagi, protes kenaikan harga dan menginginkan terwujudnya reformasi.
Pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, para mahasiswa dan masyarakat sipil hendak bergabung di kampus UGM, namun diadang oleh aparat. Bentrok pun pecah.
Petugas saat itu disebut membubarkan paksa para pengunjuk rasa di daerah pertigaan antara Jalan Gejayan dan Jalan Kolombo, Yogyakarta. Ketegangan berlangsung hingga malam hari.
"Di tahun 2019, Gejayan kembali memanggil jiwa-jiwa yang resah karena kebebasan dan kesejahteraannya terancam oleh pemerintah," tulis salah satu poster dalam seruan aksi damai #GejayanMemanggil.
Aksi ini bakal memprotes langkah pemerintah dan DPR yang disebut memojokkan rakyat melalui rencana mengesahkan RKUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan.
Semua elemen yang turun dalam aksi #GejayanMemanggil juga menyatakan kekecewaan terhadap pengesahan RUU KPK menjadi UU, kriminalisasi aktivis di berbagai sektor dan, ketakseriusan dalam penanganan isu lingkungan.
[Gambas:Video CNN] (ika/wis)