Penderita ISPA Akibat Karhutla Tembus 919 Ribu Orang

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 16:16 WIB
Penderita ISPA Akibat Karhutla Tembus 919 Ribu Orang Diskusi Forum Merdeka Barat 9 Soal Tanggap Bencana Karhutla di Kominfo, Senin (23/9). Dihadiri oleh BNPB, BPPT, KLHK dan Pemprov Jambi. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan ada 919.516 orang yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan jumlah itu tersebar di enam provinsi, yaitu Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Totalnya 900 ribu, total penderita ISPA yang catatan Kemenkes. Ini catatan Kementerian Kesehatan, kemudian kita sajikan," kata Agus dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/9).


Secara rinci, Agus memaparkan sebanyak 275.793 orang penderita ISPA berada di Riau, 63.554 orang di Jambi, 291.807 orang di Sumatra Selatan, 180.695 orang di Kalbar, 40.374 orang di Kalsel, dan 67.293 orang di Kalteng.
Agus menuturkan jumlah tersebut sangat mungkin bertambah mengingat kepekatan asap semakin bertambah. BNPB masih menunggu pembaharuan data resmi dari Kemenkes.

Selain kerugian dari sisi kesehatan, Agus mengatakan karhutla juga menimbulkan kerugian material. BNPB menaksir kerugian berkisar di angka Rp66,3 miliar.

"Perkiraannya kurang lebih sepertiga dari 2015. Kan 2015 kerugian Rp221 triliun, jadi perkiraan awal kita 30 persen dari itu," ujar dia.
Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo memastikan upaya optimal dalam penanggulangan karhutla. Namun demikian, pihaknya meminta bantuan doa agar hujan alami segera diturunkan di daerah-daerah terdampak karhutla.

"Peran Dewan Masjid Indonesa kami butuhkan agar dalam berbagai kesempatan kerja keras kami perlu diimbangi dengan doa, supaya Tuhan memberikan kemudahan agar relatif tidak lama lagi hujan diturunkan," kata Doni dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/9).

Doni menerangkan upaya kerja sama dengan DMI guna melengkapi langkah-langkah penanggulangan yang sudah dilakukan BNPB, seperti pemadaman lewat jalur darat, water bombing, dan teknologi modifikasi cuaca (TMC).
[Gambas:Video CNN] (dhf/ain)