Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG kepekatan kabut asap pada Selasa (24/9) pagi, sudah menurun dibandingkan sehari sebelumnya. Namun melihat arah angin dan titik panas (hotspot) yang ada di Riau, kabut asap masih berpotensi meningkat lagi dan berdampak buruk terhadap kesehatan.
"Untuk itu, sebagaimana instruksi Pak Gubernur agar sekolah di seluruh kabupaten/kota Sumut untuk PAUD, TK dan SD diliburkan," kata Musa Rajekshah dalam konferensi pers, Selasa (24/9/2019).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tersangka Kasus Karhutla Terus Bertambah |
Kepala BMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan menginformasikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan menggunakan alat PM 10 di stasiun klimatologi Deliserdang, konsentrasi partikulat di Sumut menunjukkan 116,5 mikrogram/meter kubik. Artinya, masih berada di bawah ambang batas normal yakni 150 mikrogram/meter kubik.
"Di Riau, BMKG melakukan upaya melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang bekerja sama dengan TNI dan Polri, yakni dilakukan penyemaian garam sebagai sumber inti kondensasi untuk terjadinya hujan, diharapkan bisa membantu penurunan titik atau pusat panas, " papar Edison.
Dalam kesempatan itu, Executive General Manager Bandara Internasional Kualanamu Bayuh Iswantoro menjelaskan pada Senin (23/9) terjadi penurunan batas visibility atau jarak pandang berada di 700 meter. Namun, pagi ini telah membaik dan meningkat, berada pada 1500 meter.
"Alhamdulillah, hari ini dilaporkan belum ada gangguan penerbangan akibat kabut asap di Bandara Kualanamu. Untuk antisipasi, kita bekerja sama dengan AirNav Indonesia Cabang Medan konfigurasi membantu proses pelaksanaan pelayanan penerbangan semaksimal mungkin, juga membantu peralatan navigasi khususnya di pendaratan," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (fnr/osc)