Mahasiswa Surabaya Terobos Kawat Berduri di depan DPRD Jatim

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 13:40 WIB
Mahasiswa Surabaya Terobos Kawat Berduri di depan DPRD Jatim Mahasiswa Surabaya menerobos pagar akwat berduri di depan DPRD Jatim. (CNN Indonesia/Farid Miftah)
Surabaya, CNN Indonesia -- Ribuan mahasiswa Surabaya, telah memadati depan Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Rabu (25/9). Mereka memaksa masuk ke sisi dalam gedung untuk menemui anggota dewan.

Mereka bahkan telah berhasil merusak kawat berduri yang dipasang di depan Gedung DPRD Jatim.

"Siapa yang mau masuk tepuk tangan, siapa yang mau masuk tepuk tangan," kata mahasiswa sembari menginjak-injak kawat berduri, Rabu (25/9).


Salah seorang orator kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan mereka. Di antaranya adalah mendesak pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) tentang KPK dan membatalkan sejumlah RUU bermasalah lainnya.

"Kita menuntut mendesak pemerintah menerbitkan Perppu untuk pembatalan UU KPK. Mendesak pemerintah untuk membatalkan RKUHP, menolak RUU Ketenagakerjaan," kata orator melalui pengeras suara.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut negara segera menuntaskan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah Papua dan Papua Barat.

"Kita datang ke sini, karena kita peduli tentang kritisnya kondisi Indonesia saat ini. Kami minta wakil rakyat yang sekarang berkhianat itu temui kami," lanjut dia.

Sementara itu Wakapolres Tabes Surabaya AKBP Leo Simamarta mencoba menenangkan mahasiswa agar tak merusak kawat berduri.

"Jangan ada yang injak kawat berduri, ini adalah buah dari pajak yang kalian bayarkan juga. Kita akan kawal adek-adek semua untuk masuk ke gedung, saya minta untuk jaga ketertiban," kata dia.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, saat ini ribuan mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya, dan berbagai universitas lainnya, telah memadati depan DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

[Gambas:Video CNN]
(frd)