Komnas HAM Minta Aparat Tak Terlalu Represif Saat Kawal Aksi

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 06:20 WIB
Komnas HAM Minta Aparat Tak Terlalu Represif Saat Kawal Aksi Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisaris Komnas HAM Amiruddin Al Rahab mendesak kepolisian tidak menggunakan kekerasan yang berlebihan saat mengawal aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat lain yang menolak pengesahan RKUHP, revisi UU KPK, dan RUU kontroversial lainnya.

Gelombang aksi massa menolak pengesahan RUU kontroversial itu pecah di sejumlah wilayah dalam tiga hari terakhir, termasuk di depan kompleks parlemen, Jakarta. Sebagian aksi berujung ricuh di mana terekam petugas yang melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

"Jadi tidak perlu menggunakan kekerasan yang berlebih dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa. Karena saya pernah jadi demonstran mahasiswa," kata Amiruddin kepada wartawan usai menjenguk tiga korban dari aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR kemarin di RSPP, Jakarta Selatan kemarin.


Namun Amiruddin tak menyalahkan aparat terkait demonstrasi tolak RKUHP yang berujung ricuh itu. Ia juga meminta mahasiswa dan massa pedemo lain dapat saling menghormati dengan pihak keamanan untuk menghindari konflik.

Menurutnya tidak semua korban berasal dari tindak kekerasan yang dilakukan aparat kemanan. Dari hasil penelusuran Komnas HAM yang menyambangi korban di rumah sakit, Ia menyatakan beberapa diantaranya terluka karena terjatuh saat polisi berusaha membubarkan massa.

"Yang penting juga mahasiswa dalam melakukan sifat menyampaikan pendapat jangan pula bertindak hal hal vandal, karena itu melanggar hukum," tegasnya.

Saat menyambangi korban di RSPP, Amiruddin mengungkapkan tiga mahasiswa yang sedang dirawat itu berasal dari Universitas Pamulang, Universitas Esa Unggul, dan UIN Syarif Hidayatullah.


Kini, Komnas HAM masih melakukan penelusuran terkait dengan konflik yang terjadi di sekitar kompleks Gedung DPR/MPR kemarin. Amiruddin menyatakan Komnas HAM akan meminta kepolisian memberikan klarifikasi atas peristiwa-peristiwa kekerasan dalam pengawalan aksi massa tersebut.

Komnas HAM juga membuka layanan pengaduan bagi mahasiswa yang mengalami tindak kekerasan selama melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI kemarin.

"Mungkin nanti saya komunikasi dengan Polri ya untuk menyampaikan beberapa hal yang kami anggap penting," imbuhnya.

"Saya berharap kalau teman-teman mahasiswa mau datang ke Komnas HAM juga bagus," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]

(mjo/kid)