Komisi III Dorong Kapolri Usut Dugaan Penembakan ke Mahasiswa

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 19:53 WIB
Anggota Komisi III, Nasir Djamil menyebut pengusutan oleh Kapolri penting agar kejadian serupa tidak terulang. Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Djamil. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil meminta Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk mengusut tewasnya seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo bernama Randy (21) di tengah-tengah demonstrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, Kamis (26/9).

"Saya pikir Kapolri bisa memerintahkan Kapolda [Sulteng] untuk mengusut ini," kata Nasir kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/9).

Lebih lanjut, Nasir mengatakan instruksi itu perlu dilakukan Kapolri untuk meredakan situasi yang terlanjur memanas belakangan ini. Ia khawatir bila hal itu tak dilakukan, bisa menimbulkan luapan emosi sehingga massa mudah terprovokasi kembali.


"Sehingga saya khawatir kalau ga ada penjelasan resmi, takutnya emosi akan terbawa-bawa dan akan menimbulkan amarah dan mudah terprovokasi lagi," kata dia.
Berkaca pada peristiwa itu, Nasir meminta Kapolri untuk memberikan peringatan kepada Kapolda di seluruh Indonesia agar tetap berpegang pada standar operasional prosedur dalam melaksanakan tugas.

Hal itu bertujuan agar peristiwa serupa tak terulang kembali dikemudian hari saat mengawal demonstrasi.

"Artinya harus ada SOP, jadi mudah sebearnya, apakah SOP nya seperti itu atau tidak. Tapi menurut saya perlu dilakukan investigasi untuk memastikan apakah SOP ditetapkan atau tidak," kata dia.

Tak hanya itu, Nasir turut meminta agar para mahasiswa tetap mengedepankan sisi intelektualitasnya dalam melaksanakan aksi demonstrasi. Ia tak ingin melihat mahasiswa mengedepankan aksi-aksi brutal saat menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah

"Pada mahasiswa yang lakukan unjuk rasa, agar mengedepankan sisi intelektual dan jangan brutal. Saya kira gerakan mahasiswa harus solid di lapangan dan jangan sampai disusupi oleh pihak yg ingin memanfaatkan situais ini," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Himawan Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan Haluoleo dikabarkan tewas dengan lubang di dada kanannya. Kuat dugaan Randi tewas diterjang peluru.

Danrem 143 Haluoleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto membenarkan terkait meninggalnya Randi. Menurutnya, Randi meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Yustinus mengatakan terdapat luka di bagian dada sebelah kanan. Namun dia tak bisa memastikan penyebab luka tersebut.

"Saya lihat langsung ke sana ada luka di bagian dada sebelah kanan," kata Yustinus kepada CNN Indonesia TV.

Polda Sulawesi Tenggara melakukan penyelidikan atas meninggalnya Randi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Goldenhardt membenarkan Randi meninggal. Namun pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab Randi tewas.

"Benar ada yang meninggal, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi.
[Gambas:Video CNN] (rzr/ain)