Wiranto soal Penembakan Mahasiswa: Tidak Direncanakan

CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 19:17 WIB
Wiranto soal Penembakan Mahasiswa: Tidak Direncanakan Menko Polhukam, Wiranto. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menko Polhukam Wiranto meminta semua pihak tidak langsung menyimpulkan siapa pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya seorang mahasiswa yang diduga ditembak saat unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (27/9).
 
Menurutnya, semua pihak harus sabar menunggu hasil investigasi yang masih dilakukan oleh Kepolisian.
 
"Publik bisa tidak menginvestigasi? Kan tidak bisa. Karena itu, sabar semua bisa di komunikasikan," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (27/9).
Wiranto menuturkan Kepolisian tengah melakukan investigasi penyebab mahasiswa itu meninggal dunia. Ia berkata Kepolisian tengah menyelidiki jenis peluru, jenis senjata, hingga pelaku penembakan.

Lebih lanjut, Wiranto mengklaim pemerintah menyayangkan jatuhnya korban meninggal dunia saat unjuk rasa. Namun, ia meyakini kepolisian tidak melakukan tindakan yang menyebabkan pengunjuk rasa meninggal dunia.
 
"Itu kan semuanya tidak direncanakan, tidak ada maksud polisi membunuh masyarakat, tidak ada sama sekali," ujarnya.
 
Terkait dengan hal itu, Wiranto meminta semua pihak terpancing dengan provokasi yang ada di tengah masyarakat. Sebab, ia menyebut ada kelompok tertentu yang merancang aksi untuk menimbulkan korban jiwa.
Jatuhnya korban, kata dia, justru digunakan oleh kelompok tertentu untuk dijadikan martir yang akan menyulut emosi masyarakat.
 
"Masa kemudian nanti emosi terjadi satu kerusuhan massa, yang rugi negara, yang rugi masyarakat. Saya itu memperingatkan seperti itu, jangan dipelintir-pelintir ya," ujar Wiranto.

Dua mahasiswa di Kendari, La Randi dan Yusuf Qardawi meninggal saat aksi unjuk rasa, Kamis (26/9). Berdasarkan hasil autopsi, Randi meninggal karena tertembak.
[Gambas:Video CNN]


(jps/ugo)