Hal itu dikatakan terkait pernyataan Ananda bahwa banyak mahasiswa yang masih belum memiliki pendamping hukum serta diperiksa secara tak etis saat diamankan di Polda Metro Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rovan mengatakan para mahasiswa lainnya yang sebelumnya diamankan kini telah dipulangkan atau dikembalikan ke orang tua masing-masing.
Gedung Polda Metro Jaya. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Di tempat yang sama, Hatif mengaku sempat berbincang dengan Ananda, termasuk soal kuasa hukum.
"Saat pagi-pagi saya sempat ngobrol dengan Ananda Badudu, dia tanya dari mana, apakah sudah didampingi alih hukum, saya jawab sudah," ungkap dia, yang sempat viral di media sosial membawa tameng polisi saat demo.
Senada, Nabil mengaku bahwa di Gedung Resmob hanya tinggal mereka berdua saja yang masih menjalani proses pemeriksaan. Kalaupun ada orang lain, ia menyebut mereka bukanlah mahasiswa.
"Mungkin yang dilihat Ananda [adalah] tersangka tindak pidana lain yang satu ruangan dengan Hatif," kata Nabil.
Ananda Badudu (baju putih) menyebut mahasiswa diperiksa secara tak etis. (Koresponden CNN Indonesia / Mahardhika Utama) |
Sebelumnya, musikus yang juga aktivis HAM Ananda Badudu menyebut banyak mahasiswa yang diamankan oleh pihak kepolisian diproses secara tidak etis.
Hal itu disampaikan Ananda setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait transfer uang sebesar Rp10 juta di Polda Metro Jaya, Jumat (27/9).
"Saya salah satu orang yang beruntung punya privilege untuk bisa segera dibebaskan, tapi di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan, diproses dengan cara-cara tidak etis," kata Ananda.
Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut pernyataan Ananda tersebut bisa dijerat undang-undang tindak pidana pencemaran nama baik.
"Jadi yang perlu disampaikan bahwa jangan sampai membuat statement yang bisa memfitnah orang lain, nanti bisa menimbulkan pidana baru," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/9).
(dis/arh)
Gedung Polda Metro Jaya. (
Ananda Badudu (baju putih) menyebut mahasiswa diperiksa secara tak etis. (