Berbagai elemen mahasiswa dan organisasi serta pelajar menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan sejumlah rancangan undang-undang yang dianggap bermasalah di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta.
"Hindari pelanggaran, dari mulai lisan sampai tulisan sampai perusakan. Karena lisan pun bisa melakukan pelanggaran, sampai pada tulisan, sampai perusakan hindari itu," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Anies mengimbau kepada aparat keamanan yang mengawal aksi demonstrasi agar menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Berbagai elemen mahasiswa, pelajar hingga organisasi buruh berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Sejumlah RUU yang dimaksud antara lain, Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan dan beberapa RUU lainnya.
Polda Metro Jaya menyiapkan puluhan ribu personel untuk mengawal aksi unjuk rasa. Personel dari TNI pun turut disiagakan.
"20.500 personel gabungan disiagakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono dihubungi wartawan.
"Kendaraan taktis juga disiagakan di sana, seperti barracuda dan water canon," katanya.
[Gambas:Video CNN] (ani/bmw)
Berbagai elemen mahasiswa, pelajar hingga organisasi buruh berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta (CNN Indonesia/Andry Novelino)