Mabes Polri: 649 Orang Diamankan Terkait Kerusuhan di DPR

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 14:43 WIB
Mabes Polri: 649 Orang Diamankan Terkait Kerusuhan di DPR Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mabes Polri menyatakan setidaknya ada 649 orang diamankan jajaran Polda Metro Jaya terkait kerusuhan di sekitar wilayah DPR pada Senin (30/9) malam kemarin.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Praseyo mengatakan belum diketahui lebih lanjut identifikasi terduga pelaku rusuh yang diamankan.

"649 ini akan didalami lagi melalui proses penyelidikan dan penyidikan," tuturnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (1/10).


Dedi menerangkan status penangkapan dari 649 orang tersebut belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Rinciannya sebanyak 258 orang ditahan unit krimum, 40 orang di unit krimsus, dan 82 orang di unit narkoba. Sedangkan untuk pengamanan di jajaran Polres, sebanyak 36 orang diamankan di Polres Jakarta Utara, 63 orang di Polres Jakarta Pusat, dan 170 orang di Polres Jakarta Barat.

Dedi juga mengungkapkan angka korban luka-luka aparat polri berkat kerusuhan malam kemarin sebanyak 41 orang. Sedangkan korban perusuh sebanyak 209 orang.

Korban luka-luka tersebut di antaranya dilarikan ke RS Polri, RSPP, RS Pelni, RS Bhakti Mulya, Bidokes serta Klinik DPR/MPR.

Sebelumnya, pada pagi tadi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan polisi mengamankan sebanyak 519 pelajar dan mahasiswa dalam aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di sekitar Gedung DPR/MPR, Senin (30/9) kemarin.

"Total sudah ada 519 orang yang diamankan dan masih dimintai keterangan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (1/10) pagi.

Terkait informasi tentang pelajar bayaran dalam aksi tersebut, Argo masih enggan menjelaskannya. Ia menyebut pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan pendataan.

"Sedang didata," ujarnya.

Pantauan CNNIndonesia.com, puluhan orang tua tampak menunggu di Gedung Sabhara Polda Metro Jaya untuk menjemput anaknya yang diamankan.

Diketahui, untuk bisa menjemput anaknya, para orang tua mesti menyiapkan fotokopi KTP dan menandatangani surat pernyataan bermaterai.

Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (30/9). Ada mahasiswa, pelajar, hingga organ buruh dan aktivis.

[Gambas:Video CNN]

Mereka menyuarakan penolakan RKUHP dan RUU lainnya yang dianggap bermasalah. Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu agar UU KPK yang baru batal digunakan.

Kericuhan diketahui terjadi kericuhan di beberapa titik. Aparat diketahui juga sudah berulang kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

(fey)