"Informasi tersebut tidak benar," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (1/10).
Kepolisian, kata Argo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Selain itu, lanjutnya, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pesan singkat yang beredar di aplikasi Whatsapp itu berisi informasi bahwa di kawasan Glodok bakal dijaga oleh panser.
Mereka menyuarakan penolakan RKUHP dan RUU lainnya yang dianggap bermasalah. Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu agar UU KPK yang baru batal digunakan.
Kericuhan diketahui terjadi kericuhan di beberapa titik. Aparat juga berulang kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Sementara massa melempari barisan aparat dengan batu, kayu dan benda lainnya.
Di samping itu, beberapa fasilitas umum juga rusak.
Hari ini, yakni Selasa (1/10) aksi demo kembali digelar oleh sejumlah elemen mahasiswa. Mereka membawa tuntutan sama dengan hari sebelumnya.
Mahasiswa yang mengusung slogan #ReformasiDikorupsi mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu untuk menganulir UU KPK.
[Gambas:Video CNN] (dis/bmw)