Kemensos Tutup 160 Lokalisasi Se-Indonesia dalam Tiga Tahun

CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 13:05 WIB
Kemensos Tutup 160 Lokalisasi Se-Indonesia dalam Tiga Tahun Ilustrasi lokalisasi yang dibongkar. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Susila dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial (Kemensos), Waskito Budi Kusumo menyebutkan telah menutup 160 lokalisasi selama priode 2016-2019.

Kepada wartawan usai melakukan deklarasi penutupan dan pemulangan 54 orang pekerja seks komersial (PSK) lokalisasi Karang Dempel di Kota Kupang, Waskito menerangkan sebetulnya target Kemensos adalah 168 lokalisasi yang ditutup

"Masih ada delapan lokalisasi yang belum ditutup dan diupayakan hingga akhir tahun 2019 lokalisiasi itu ditutup secara total," kata Waskito, Jumat (4/10) seperti dilansir Antara.


Waskito menjelaskan penutupan lokalisasi prostitusi dilakukan karena Indonesia sudah bertekad untuk bebas dari lokalisasi prostitusi pada 2019.

Lokalisasi Karang Dempel yang berlokasi 15 km arah barat Kota Kupang dan dekat dengan kawasan pelabuhan Tenau Kupang merupakan lokalisasi terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dihuni lebih dari 400 PSK. Ratusan psk sudah pulang ke daerahnya sejak Pemerintah Kota Kupang menutup kawasan lokalisasi itu pada 1 Januari 2019 lalu.

Waskito mengatakan lokalisasi Karang Dempel di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang merupakan lokalisasi yang ke 160 yang ditutup pemerintah. Ia mengatakan dalam waktu dekat pemerintah juga melakukan penutupan terhadap lokalisasi di Semarang dan Kendal Jawa Tengah.

"Kami mengapresiasi terhadap pemerintah daerah yang melakukan penutupan lokalisiasi prostitusi yang ada sehingga daerah bersangkutan menjadi bebas dari prostitusi," ujar Waskito.

[Gambas:Video CNN]
Salah satu lokalisasi yang ditutup pada 2016 silam adalah Kalijodo di Jakarta Barat. Kini kawasan Kalijodo itu telah disulap Pemprov DKI Jakarta menjadi sebuah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

(Antara/kid)