Faisal Amir Dapat Julukan Pejuang Demokrasi dari Pihak Kampus

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 05/10/2019 01:15 WIB
Faisal Amir Dapat Julukan Pejuang Demokrasi dari Pihak Kampus Asma Ratu, ibu Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia yang mengalami luka berat saat demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta. (CNN Indonesia/ Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia yang mengalami luka berat saat demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR, Faisal Amir, mendapatkan sebutan sebagai pejuang demokrasi dari kampus tempatnya mengenyam pendidikan.

Sebutan itu diberikan oleh Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Asep Saefudin. Faisal sempat mengalami masa kritis akibat unjuk rasa berakhir ricuh tersebut.


"Alhamdulillah Pak Asep, rektornya, menyebut Faisal ini pahlawan atau pejuang demokrasi, mereka itu sangat care sama dia," ujar ibu Faisal, Asma Ratu Agung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Faisal yang sudah melalui operasi dan masa kritis kini berangsur membaik. Namun dirinya masih perlu pendampingan hingga enam bulan ke depan. Pasalnya pemasangan tempurung kepala akan dilakukan apabila kondisi Faisal sudah pulih.

Sedikit demi sedikit Faisal sudah dapat berbicara. Ratu menceritakan dia pun sudah meminta untuk kembali melanjutkan pendidikannya.

"Faisal sudah mau kuliah saja dia. 'Saya mau kuliah, Mah', jangan dulu," tuturnya.


Terkait administrasi pendidikannya, Ratu mengatakan Faisal mendapatkan kelonggaran dari pihak kampus. Faisal akan mendapatkan tugas khusus atau dispensasi terkait absensinya di kampus.

"Tadi saya dapat statement dari pembantu rektornya nanti Faisal akan dikasih tugas khusus. Misalnya, masalah absen," ujarnya.

Faisal menjadi korban kekerasan aparat saat aksi di depan Gedung DPR. Kepalanya diduga ditumbuk berulang kali oleh aparat yang mengawal demo saat itu. Selain luka berat di kepala, bahu kanannya juga patah.


Faisal diketahui telah menjalani operasi di Rumah Sakit Pelni. Dia sempat alami masa kritis.

Selain mengadu ke Komnas HAM, Ratu juga melaporkan dugaan penganiayaan ke Bareskrim Mabes Polri.


[Gambas:Video CNN] (gst/pmg)