Kapolres Kendari Diganti, Diklaim Tak Terkait Mahasiswa Tewas

CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 21:43 WIB
Kapolres Kendari Diganti, Diklaim Tak Terkait Mahasiswa Tewas Karopenmas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo membenarkan pergantian Kapolres Kendari. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi dicopot dari jabatannya. Namun, mutasi jabatan itu diklaim tak terkait kematian dua mahasiswa Kendari dalam demo.

Mutasi terhadap Jemi tercantum dalam surat telegram ST/2657/X/KEP./2019 yang dikeluarkan hari ini (7/10). Pengganti Jemi adalah AKBP Didik Efrianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Wakatobi.

Jemi sendiri diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel Biro Sumber Daya Manusia Polda Kalimantan Tengah. 


Sementara itu, posisi Didik di Wakatobi digantikan oleh AKBP Anuardi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo membenarkan mutasi tersebut.

Keluarga memanjatkan doa untuk almarhum Immawan Randi (21), mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas, Kamis (26/9).Keluarga memanjatkan doa untuk almarhum Immawan Randi (21), mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas, Kamis (26/9). (ANTARA FOTO/Jojon)
"Ya betul," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Dihubungi terpisah Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt membantah rotasi tersebut karena peristiwa unjuk rasa yang mengakibatkan dua mahasiswa tewas.

"Tidak ada [kaitannya]. Rotasi adalah sesuatu yang alami dalam suatu organisasi," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Diketahui Aksi unjuk rasa ribuan massa gabungan dari sejumlah perguruan tinggi serta pelajar di Kota Kendari yang digelar Kamis (26/9) menyebabkan dua mahasiswa tewas.

Peserta unjukrasa Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak di dada sebelah kanan Kamis (26/9) sekitar pukul 15:30 Wita.

Sedangkan korban Muh Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat luka serius dibagian kepala di RSUD Bahteramas pada Jumat dini (27/9) sekitar 04:00 Wita.

im Inafis menemukan selongsong peluru saat olah TKP tertembaknya Almarhum Immawan Randi di Jalan Abdulah Silondae, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/9).im Inafis menemukan selongsong peluru saat olah TKP tertembaknya Almarhum Immawan Randi di Jalan Abdulah Silondae, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/9). (ANTARA FOTO/TimInafis)
Adapun enam anggota kepolisian diduga melanggar SOP pengamanan dengan membawa senjata api. Mereka adalah DK, DM, MI, MA, H dan E.

Kini keenam polisi tersebut telah dibebastugaskan dari jabatannya yang ada di Satuan Reserse Kriminal Polres Kendari dan Direktorat Intelijen Polda Sultra.


(gst/arh)