"Suami saya masih di Wamena, mereka tidak bisa turun ke Timika karena aparat minta supaya laki-laki tetap tinggal di Wamena, perempuan saja yang diizinkan keluar dari Wamena," ujarnya, di Timika, Papua, Rabu (9/10) dikutip dari Antara.
Ia pun mengaku masih trauma dengan kerusuhan yang terjadi di Wamena pada Senin (23/9) itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusuhan di Wamena, September, diduga dipicu oleh warga yang bukan berasal dari Wamena. (AP Photo) |
"Ruko saya semuanya habis. Sekarang kami mau pulang ke Tual (Maluku Tenggara). Kami tidak mau kembali ke Wamena karena trauma dengan kejadian itu," kata dia.
Saat pecah kerusuhan pada Senin (23/9), dirinya sedang berada di rumah kerabatnya yang terletak di belakang Kantor Bupati Jayawijaya. Rumah kerabatnya itu berdekatan dengan Lembaga Pendidikan Yapis Wamena.
Ia pun menyebut perusuh, yang diduga bukan warga asli Wamena (penduduk asli Wamena biasa disebut orang Lembah Baliem), memaksa para siswa ikut berdemo.
Pangdam Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kanan) memfokuskan pemulihan kehidupan sosial di Wamena. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang) |
Menurut dia, kerusuhan disertai aksi bakar-bakaran kantor pemerintah, swasta maupun rumah-rumah warga terjadi secara bersamaan.
Kompleks perumahan guru-guru bahkan gedung sekolah SMP Katolik Santo Thomas Wamena yang berada di dekat Pasar Misi juga ikut menjadi sasaran amuk perusuh.
Massa perusuh sempat masuk ke Kantor Dekenat Wamena dengan menjebol pagar depan yang dikunci rapat, sebagian memanjat pagar tembok dari arah belakang.
Melihat itu, ibu-ibu yang mengungsi ke Kantor Dekenat Wamena meminta Pastor Dekan untuk mengenakan jubah pastor agar para perusuh tidak melakukan aksi anarkis di tempat itu.
[Gambas:Video CNN]
Tak lama kemudian aparat TNI dan Polri tiba di Kantor Dekenat Wamena lalu mengevakuasi warga tersebut ke Markas Kodim Jayawijaya.
Terpisah, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menegaskan pihaknya fokus untuk memulihkan situasi di Wamena agar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan lainnya bisa berjalan normal kembali.
"Sekarang tidak ada lagi eksodus pengungsi dari Wamena. Yang ada, bagaimana kita secepatnya memulihkan situasi di Kota Wamena agar semua sektor bisa kembali bergerak," kata diia, saat menemui pengungsi Wamena dan Ilaga di Gedung Tongkonan milik Ikatan Keluarga Toraja/IKT Mimika, Selasa (8/10). (arh)
Kerusuhan di Wamena, September, diduga dipicu oleh warga yang bukan berasal dari Wamena. (
Pangdam Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kanan) memfokuskan pemulihan kehidupan sosial di Wamena. (