Munarman Batal Dikonfrontasi dengan Tersangka Kasus Ninoy

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 09:09 WIB
Munarman Batal Dikonfrontasi dengan Tersangka Kasus Ninoy Sekretaris Umum FPI Munarman. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Polda Metro Jaya batal mengklarifikasi keterangan salah satu tersangka kasus penculikan dan penganiayaan pegiat media sosial, Ninoy Karundeng kepada Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman

Aziz Yanuar, salah satu kuasa hukum Munarman, mengatakan penyidik sedianya berencana mengklarifikasi keterangan S saat Munarman diperiksa sebagai saksi. Salah satu tersangka dalam kasus tersebut, yakni S, mengaku berkomunikasi dengan Munarman saat penganiayaan terhadap Ninoy terjadi.
"Keterangan dari Pak Munarman mau dikonfrontir dari Pak S yang saat ini ditahan titipan di Ditreskrimum, tapi ada alasan lain yang kita tidak tahu juga," ujar Aziz yang terlebih dahulu meninggalkan Gedung Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Rabu (9/10) malam dikutip dari Antara.

Kuasa hukum Munarman yang lain, Samsul Bahri juga mengatakan konfrontasi itu batal dilakukan.


"Enggak ada (konfrontasi keterangan Munarman dengan tersangka S)," kata Samsul Bahri.

Dia mengatakan Munarman hanya datang untuk memenuhi panggilan pihak kepolisian sebagai saksi.
Munarman sendiri usai pemeriksaan mengatakan dirinya dimintai keterangan soal kejadian penganiayaan Ninoy di Masjid Al-Falaah.

"Intinya tentang apakah saya mengetahui peristiwa di Masjid Al-Falaah," kata Munarman.

[Gambas:Video CNN]
Diketahui dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 orang tersangka, termasuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabar.

Dari 13 tersangka itu, 12 di antaranya sudah ditahan. Polisi menjerat 13 tersangka itu dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.
Ninoy diduga dianiaya sejumlah orang di Pejompongan saat demonstrasi berujung kerusuhan pada 30 September lalu. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh para pelaku penganiayaan.

Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Menurut Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang dengan panggilan 'Habib' yang mendatangi masjid tersebut. (osc)