Wiranto Ditusuk Usai Resmikan Gedung Baru UNMA Banten

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 15:09 WIB
Wiranto Ditusuk Usai Resmikan Gedung Baru UNMA Banten Wiranto berada di Banten untuk meresmikan gedung baru Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA). Dia diserang orang tak dikenal saat singgah di alun-alun Menes. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menkopolhukam Wiranto ditusuk orang tak dikenal saat berada di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Akibat kejadian itu, Wiranto mengalami luka di bagian perut.

Berdasarkan informasi Biro Kumsidhal Kemenkopolhukam, keberadaan Wiranto di Banten dalam rangka meresmikan gedung baru Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten. Ia dijadwalkan melakukan peresmian sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam peresmian itu, Wiranto didampingi oleh Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir, Wakapolda Banten Brigjen Tomex Kurniawan, Bupati Pandeglang Irna Nrulita, hingga Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutriyanto Amstono.

Setelah peresmian berlangsung, Wiranto dijadwalkan langsung bertolak ke Jakarta. Akan tetapi, ia menyempatkan diri untuk singgah di Alun-Alun Menes yang menjadi lokasi penusukan.

Berdasarkan keterangan Kepolisian, Wiranto ditusuk dengan senjata tajam oleh orang tak dikenal saat baru turun dari mobilnya. Orang tak dikenal itu diketahui meringsek dari arah belakang mobil yang ditumpangi oleh Wiranto.


Dalam video yang beredar, Wiranto terlihat langsung tersungkur. Sejumlah aparat yang ada dilokasi pun terlihat langsung meringkus pelaku dan melarikan Wiranto ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis.
[Gambas:Video CNN]
Selain Wiranto, seorang personel kepolisian dan seorang pengawal Wiranto juga mengalami luka akibat senjata tajam yang digunakan untuk menusuk Wiranto.

Polisi meringkus dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami motif pelaku penyerang Wiranto.

Ancaman terhadap keselamatan terhadap Wiranto juga pernah terjadi sebelumnya, tepatnya setelah penetapan hasil Pilpres 2019 pada 21-22 Mei 2019. Kala itu, kepolisian meringkus sejumlah pihak, salah satunya mantan Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen karena didiuga hendak membunuh sejumlah tokoh nasional, salah satunya Wiranto.

Dalam penyidikan, Kivlan mendapat uang dari mantan politisi PPP Habil Marati untuk membeli senjata api yang akan digunakan untuk mengeksekusi Wiranto.
(jps/gil)