Moeldoko Sebut KSP Bisa Berubah Nama di Periode Kedua Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 05:42 WIB
Moeldoko Sebut KSP Bisa Berubah Nama di Periode Kedua Jokowi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan nama lembaga yang dipimpinnya bisa saja berubah di periode kedua Presiden Jokowi(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut ada kemungkinan Kantor Staf Presiden (KSP) berganti nama pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. Menurutnya, perubahan nama ini sedang dibahas oleh Jokowi dan jajarannya.

Moeldoko menyebut tugas, kewenangan, dan fungsi KSP berakhir seiring masa bakti Jokowi pada periode pertama, 19 Oktober nanti.

"Ya aturannya nanti tanggal 19 (Oktober) KSP akan dibubarkan. Setelah itu ada Perpres baru lagi KSP dibentuk, mungkin ada penambahan tugas delivery unit. Saya dapat pengarahan dari Papak Presiden. Itu kira-kira," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/10).


"Ini namanya juga lagi dalam pembicaraan beliau. Apakah namanya tetap KSP, apakah apa nanti ya. Kan ada penambahan satu misi baru sebagai delivery unit," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu lalu menjelaskan salah satu tugas baru yang disebut 'delivery unit'. Menurutnya, tugas badan baru dalam KSP nanti itu untuk mengawal program kementerian atau lembaga lainnya yang ditetapkan Jokowi dalam setiap sidang kabinet.
"Jangan sampai lepas, enggak ada yang ngawal. Jadi unit inilah," tuturnya.

KSP dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden. Dalam Pasal 16 disebutkan, masa jabatan Kepala Staf Kepresidenan paling lama sama dengan masa bakti Presiden.

Merujuk darilaman ksp.go.id, KSP merupakan lembaga non-struktural yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. KSP diisi oleh PNS dan non-PNS.

Tugas KSP, masih merujuk laman yang sama, melaksanakan fungsi memastikan programl-program prioritas nasional dilaksanakan sesuai dengan visi dan misi presiden. KSP juga berfungsi menyelesaikan masalah secara komprehensif andai pelaksanaan program prioritas nasional menghadapi kendala.
Kepala Staf Kepresidenan dibantu oleh beberapa Deputi dan Kesekretariatan.

Deputi I Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Energi dan Infrastruktur Strategis dijabat Darmawan Prasodjo. Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis dijabat Yanuar Nugroho

Kemudian, Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis dijabat Denni Puspa Purbasari. Diikuti Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi yang dijabat Eko Sulistyo.

Lalu Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden dijabat Yan Adikusuma.
[Gambas:Video CNN] (fra/bmw)