Abu Zee dan JAD Bekasi di Pusaran Teror Penusukan Wiranto

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 16:03 WIB
Abu Zee dan JAD Bekasi di Pusaran Teror Penusukan Wiranto Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat menunjukkan foto pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi telah menahan sepasang suami istri yang diduga melakukan penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, pada Kamis kemarin (10/10). Keduanya kini ditahan di Mabes Polri, Jakarta.

Mereka adalah Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dan Fitria Adriana. Polisi menyebut mereka merupakan simpatisan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee yang sudah ditangkap pada 23 September lalu.

"Sudah bisa dipastikan pelaku termasuk dalam kelompok JAD Bekasi dengan Amirnya Abu Zee," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/10).


Bukan kali ini saja JAD Bekasi disebut-sebut terlibat aksi teror. Dalam sejumlah pemberitaan media disebut JAD Bekasi juga sempat merencanakan penyerangan terhadap massa yang berunjuk rasa di sekitar gedung Bawaslu, Jakarta pada 21-22 Mei lalu. Namun, itu tidak bisa dilakukan lantaran anggota JAD Bekasi ditangkapi.

Pada awal Mei, secara berturut-turut, polisi menangkap 7 anggota JAD Bekasi. Mereka adalah, SL, AN, MI, IF, EY, YM, dan T. T ditembak ketika melemparkan bom ke arah petugas kepolisian.

EY, menurut Polisi, adalah tokoh penting JAD Bekasi. Dia diduga orang yang mengajari anggota JAD Bekasi meracik bom berdaya ledak tinggi. Bahkan, EY juga bisa memanfaatkan wifi untuk memicu ledakan bom.
Polisi mengutarakan itu setelah menemukan peledak buatan EY di toko telepon seluler Wanky Cell. Toko itu memang milik EY.

Mereka yang ditangkap itu diduga berencana meledakkan bom di tengah pengunjuk rasa sekitar gedung Bawaslu, Jakarta 21-22 Mei. Rencana itu pun dibuat atas koordinasi dengan JAD Lampung.

Tak hanya itu, kepolisian juga menyebut JAD Bekasi pun dikaitkan dengan teroris bernama Novendri di Padang, Sumatera Barat.

Novendri diketahui hendak melakukan teror dengan menyasar upacara Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Hasil penyelidikan membuktikan ada hubungan Novendri dengan JAD Bekasi.

Novendri bertugas menyalurkan pendanaan sebesar 16 Juta ke pihak pimpinan JAD Bekasi. Pendanaan tersebut berasal dari Saefulah alias Daniel alias Chaniago, seorang penjaga perpustakaan di Ponpes Ibnu Mas'ud, Bogor, Jawa Barat.

Saefullah memperoleh uang dari banyak pihak di berbagai negara yang digunakan untuk kegiatan terorisme JAD berbagai daerah.
Syarial Alamsyah, simpatisan JAD Bekasi, yang menyerang Menkopolhukam Wiranto di PandeglangSyarial Alamsyah, simpatisan JAD Bekasi, yang menyerang Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang (Dok. Istimewa)
Kemudian pada 23 September lalu, polisi menangkap H, MA, SN, H, IG, AR, S, AS, dan AZ. AZ alias Abu Zee merupakan pimpinan JAD Bekasi. Dia pimpinan baru setelah EY ditangkap pada awal September.

"Abu Zee sudah mempersiapkan bom-bomnya untuk amaliah," tutur Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Jumat (11/10).

Pada September lalu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa Abu Zee adalah tokoh penting JAD Bekasi.

Abu Zee adalah seorang amir. Dia bertugas merekrut anggota JAD Bekasi.

Selain itu, Abu Zee juga mengajarkan ilmu bela diri kepada anggota JAD Bekasi. Latihan dilakukan secara rutin, yakni setiap Minggu di Perumahan Cluster Paris Residence, Bekasi.

JAD Bekasi dan Abu Zee juga dikaitkan dengan polwan Polda Maluku Utara Brigadir Dua Nesti Ode Sami yang ditangkap karena diduga terpapar paham radikal.

"Ditandai dengan yang bersangkutan aktif terafiliasi dengan JAD. Ini jelas ada kaitan dengan saudara Abu Zee, jaringan teroris yang kita amankan dua minggu lalu di Bekasi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputradi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/10).

Terbaru Abu Zee juga memiliki kaitan dengan sepasang suami istri yang menyerang Wiranto di Pandeglang. Mereka adalah Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dan Fitria Adriana.

Argo mengatakan Abu Zee menikahkan Abu Rara dengan Fitria Adriana di rumah kontrakannya.
"Abu Zee menikahkan Asep Roni dan Sutiyah, Syarial Alamsyah alias Abu Rara dan Fitria Adriana, Devi Rusli Warni dan Putri, Parjo dan Ummu Farida di kontrakan Abu Zee," tutur Argo pada 23 September lalu.

Tidak diketahui pasti apakah Abu Rara dan Fitria Adriana juga rutin mengikuti latihan ilmu bela diri atau tidak.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya terus menyelidiki gerakan kelompok terorisme di berbagai wilayah. Terutama usai Menkopolhukam Wiranto diserang di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10).

"Densus 88 di seluruh wilayah sekarang sedang bergerak. Upaya-upaya secara maksimal agar tidak terjadi serangan-serangan terorisme agar tidak mengganggu kegiatan nasional yang akan terjadi dalam beberapa pekan mendatang," ucap Dedi.
[Gambas:Video CNN] (bmw/bmw)